Rp3,5 Miliar untuk Bangun Menara dan Area Parkir

DIBANGUN LAGI: Pembangunan Masjid Agung Ash-Shiddiq akan kembali dilanjutkan. Kali ini, Pemkab Bandung Barat akan fokus pada pembangunan fasilitas penunjang masjid kebanggaan warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) tersebut. ASEP IMAM MUTTAQIN/PASUNDAN EKSPRES

Pemkab Lanjutkan Pembangunan Mesjid Agung Ash-Shiddiq

NGAMPRAH – Pembangunan Masjid Agung Ash-Shiddiq yang berlokasi di Desa Mekarsari Kecamatan Ngamprah, akan kembali dilanjutkan. Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat akan Fokus pada pembangunan fasilitas penunjang Masjid kebanggaan warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) tersebut.
Kepala Bidang Penataan Bangunan Gedung Permukiman dan Jasa Konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KBB, Yoga Rukma Gandara mengatakan, pembangunan fasilitas seperti pembangunan menara dan area parkir. Bahkan selain itu hal lainnya yang akan dibenahi terkait dengan ketersedian air serta penerangan di toilet.

“Banyak jemaah yang mengeluhkan persoalan air dan fasilitas penunjang di toilet yang harus diperbaiki. Masukan soal air dan lain-lain akan kita sampaikan juga agar diperbaiki di tahun ini. Termasuk kami juga akan membeli karpet baru agar memberikan kenyamanan bagi jamaah,” kata Yoga saat dihubungi di Ngamprah, Rabu (16/1).

Untuk pembangunan fasilitas penunjang itu, lanjut dia, pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Anggaran tersebut akan difokuskan pada pembangunan satu menara, penataan halaman dan area parkir.

“Anggaran tersebut bersumber dari APBD kabupaten untuk melanjutkan pembangunan menara masjid dan area parkir. Sebetulnya ingin membangun dua menara tapi kita sesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada sehinga satu dulu. Secara umum, fisik masjid sudah selesai hanya tinggal penataan di luar saja,” ungkapnya.

Selain itu, kata Yoga, pemerintah juga menganggarkan Rp2 miliar tambahan untuk menata akses jalan masuk serta drainase di area masjid. Anggaran tersebut masuk pada anggaran infrastruktur penataan perkantoran Pemkab Bandung Barat (di luar yang Rp 3,5 miliar), karena jalan akses menuju Masjid Agung harus dicor dan harus ada pembenahan drainase agar tidak banjir.

BACA JUGA:  PD Muhammadiyah Resmikan Mesjid Abdullah Said

“Harapannya ke depan dari mulai akses jalan, area parkir, halaman, aman bisa jauh lebih nyaman dan indah,” ungkapnya seraya menyebutkan lelang dan dimulai awal Maret dan pembangunan ditargetkan di bulan April.
Jika seluruh fisik dan infrastruktur pembangunan Masjid sudah rampung. Namun hal yang cukup berat untuk dikerjakan yakni persoalan pemeliharaan masjid.

“Pemeliharaan ini anggarannya lebih besar setiap tahunnya. Saya kasih contoh, untuk mengecat masjid saja secara ke seluruhan itu bisa menghabiskan anggaran sebesar Rp 700 juta. Belum lagi pemeliharaan lampu, air, dan fasilitas lannya,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 3000 meter ini tidak hanya digunakan untuk ibadah salat saja. Di lantai satu digunakan untuk Kantor DKM, MUI dan Pengadilan Agama.(sep/din)