Sektor Wisata Paling Terdampak PSBB DKI, Kunjungan Turun hingga 70 Persen

SEPI: Kota Mini salah satu objek wisata di Floating Market Lembang nampak sepi. Di hari-hari biasa, kunjungan wisatawan ke objek wisata ini selalu ramai. DOK. PASUNDAN EKSPRES

NGAMPRAH-Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak buruk untuk sektor wisata dan pertanian di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menyebut sektor wisata menjadi yang paling terdampak PSBB Jakarta. Pada akhir pekan kemarin, para pengelola wisata melaporkan penurunan kunjungan hingga 70 persen.

“Objek wisata turunnya drastis hampir 70 persen. Pengunjungnya memang tidak ada, karena kan yang ke KBB terutama Lembang itu rata-rata dari Jabodetabek,” ungkap Umbara, Rabu (23/9).

Saat ini para pengelola wisata di Lembang khususnya hanya mengandalkan kunjungan dari wisatawa asal Jawa Barat. Namun wisatawan Jawa Barat rata-rata hanya jalan-jalan tanpa berkunjung. “Memang mengandalkan yang lokal, tapi mereka juga hanya makan atau jalan-jalan. Jarang kalau sampai masuk ke objek wisata,” terangnya.

Selain wisata, sektor pertanian juga menjadi yang terdampak PSBB Jakarta. Umbara menyebut disetopnya pengiriman sayuran ke Jakarta dan sekitarnya membuat petani mengalami kerugian. “Pertanian di KBB juga sangat terdampak PSBB Jakarta, karena sayurannya tidak laku.

Pangsa pasar pertanian KBB itu kan ke Cibitung, Tangerang, Pasar Senen, dan pasar induk lainnya di Jakarta. Sekarang kan tidak boleh masuk ke sana dulu,” bebernya.
Pihaknya berharap pemberlakuan PSBB di Jakarta bisa segera selesai agar sektor wisata dan pertanian di KBB bisa kembali bergeliat untuk menopang ekonomi masyarakat.

“Ya kita hanya bisa berharap segera selesai PSBB Jakarta, terutama selesai juga pandemi. Kasihan petani dan pengelola wisata, mereka kesulitan sekarang,” tandasnya.(eko/sep)