Sempat Deadlock, Musda Golkar Diwarnai Walkout 13 PK

Musda Golkar
TERPILIH: Ketua DPD Partai Golkar Bandung Barat terpilih Fery Pamawisa usai gelaran Musda ke IV di Sekretariat DPD Partai Golkar Jawa Barat. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

Fery Terpilih Secara Aklamasi

NGAMPRAH-Fery Pamawisa Ketua DPD Partai Golkar terpilih pada Musyawarah Daerah (Musda) ke IV DPD Partai Golkar Bandung Barat, menyatakan dirinya telah menyiapkan agenda besar yang akan dilaksanakannya dalam membesarkan partai Golkar di Bandung Barat.

“Pada era kepemimpinan saya lima tahun kedepan, kami akan melakukan Pengkaderan dan regenerasi. Selain itu, kami juga akan memperluas akses peran perempuan dalam berpolitik, serta menjangkau simpul massa baru demi untuk membesarkan Partai Golkar di Bandung Barat,” paparnya, Minggu (30/8).

Untuk mewujudkan Partai Golkar Bandung Barat Lebih Jaya, Fery mengungkapkan akan mempererat ikatan seluruh kader Golkar se-kabupaten Bandung Barat, untuk lebih bersemangat berkarya besama-sama. “Untuk dapat mewujudkan hal itu, seluruh kader harus dapat bergandengan tangan bahu-membahu dan mendukung program-program partai yang sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat khusunya di Dairi,” ujar Fery.

dukung program dan kebijakan pemerintah Bandung Barat

Fery juga menjabat sebagai Ketua AMPG Bandung Barat ini menyatakan bahwa Partai Golkar Bandung Barat akan mengawal dan mendukung pemerintahan Bandung Barat yang dipimpin oleh Aa Umbara Sutisna. “Untuk mewujudkan Bandung Barat yang maju dan masyarakatnya sejahtera, kami Partai Golkar Bandung Barat akan mendukung program-program dan kebijakan pemerintah Bandung Barat,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Bandung Barat Doddy Imron Cholid, seusai pembukaan Musda mengatakan, ketua yang akan menggantikan dirinya harus lebih baik darinya dan dapat membawa partai sebagai partai yang modern. “Saya berharap yang menggantikan saya harus lebih bagus dari saya, waktu tenaga dan materil harus lebih besar lagi jika ingin Golkar di KBB Jaya. Sekali lagi ketua terpilih nanti, harus lebih bagus dari saya kemudian beberapa catatan nanti Golkar harus jadi partai yang modern harus ada pusat data dan informasi,” ujarnya.

Selama kepengurusnya, Doddy memberikan catatan agar kedepannya kepengurusan Golkar Bandung Barat harus memiliki kualitas SDM yang handal, agar dapat bersaing dengan partai lain. “Kalo nggak begini persaingan partai semakin kuat. Partai yang lain sakin kuat. Catatanya PD harus kuat PK juga harus kuat. Yang harus diperbaiki kualitas SDMnya dilatih, harus dilatih sering diskusi, yang paling penting harus ada kebanggaan diri sebagai ketua PK dan PD,” paparnya.

Diketahui, Fery menyisihkan pesaingnya Dadan Supardan yang gugur dalam proses Verifikasi. Dari hasil verifikasi, Fery mendapatkan dukungan 30 persen dukungan dari pemegang hak suara. Sehingga Fery Langsung ditetapkan sebagai ketua DPD Bandung Barat.

13 PK Walkout Sebut Tim Verivikasi

Berdasarkan Pantauan Pasundan Ekspres, Musda Golkar Bandung Barat yang dilaksanakan di Sekretariat DPD Partai Golkar Jawa Barat berjalan dengan alot, namun pada akhirnya ditetapkan Fery Pamawisa sebagai ketua DPD Partai Golkar Bandung Barat.

Musda ke IV DPD Partai Golkar KBB tersebut diwarnai aksi walkout 13 Pengurus Kecamatan (PK). Namun, mereka masih bertahan di area sekretariat tersebut hingga tuntutannya dikabulkan untuk bertemu dengan Ketua DPD Golkar Jabar Ade Barkah serta Sekretaris Ade Ginanjar.

Ketua PK Golkar Cikalongwetan, Doni Ramlan menyatakan aksi walkout mereka sebagai bentuk protes dari ke-13 PK, plus dewan penasihat serta ormas Golkar yang menilai musyawarah tersebut ditengarai penuh rekayasa.

Menurutnya, sejumlah oknum tim verifikasi yang terdiri dari sejumlah pengurus DPD Golkar Jabar telah bertindak tidak netral. Mereka dianggap memihak kepada salah satu calon tertentu serta secara sengaja menjegal pencalonan Dadan Supardan menjadi Ketua DPD Golkar periode 2020-2025 ini. “Padahal telah memenuhi syarat administrasi dan dukungan dari mayoritas pemilik suara, yaitu 13 dukungan PK, dukungan dewan penasihat dan ormas pendiri,” tutur Doni, melalui pers rilisnya.

Total suara yang diperebutkan sebanyak 22

Total suara yang diperebutkan sebanyak 22, sehingga pencalonan Dadan Supardan dinilainya telah memenuhi persyaratan. Sesuai dengan petunjuk pelaksana (juklak) Musda yang menyatakan pencalonan sah jika telah mendapatkan dukungan 30 persen dari suara keseluruhan.

Anehnya, justru berkas dukungan Dadan Supardan dianggap tidak absah oleh Tim Verifikasi Jabar. Para pendukung Dadan menuding Tim Verifikasi Jabar telah mengabaikan fakta-fakta administrasi yang dimiliki jagoannya itu.

Berbanding terbalik Tim Verifikasi Jabar malahan melabrak juklak musda dengan meloloskan calon yang tidak memenuhi syarat. Salah satu syaratnya untuk seorang calon ketua harus berpendidikan sarjana dan mengabdi pada Golkar paling sebentar lima tahun.
Doni menyebut Fery Pamawisa tidak memenuhi kriteria tersebut, namun Tim Verivikasi Jabar tetap meloloskannya. “Sangat disayangkan forum strategis permusyawaran tersebut tercoreng dengan syarat rekayasa yang dilakukan oleh oknum-oknum pengurus DPD Jabar dan juga campur tangan yang tergabung di tim verifikasi,” ujar Doni.

Koordinator PK Golkar KBB Iip Saripudin menegaskan, sejumlah panitia dan utusan di atas DPD Golkar KBB dinilai tidak netral dalam menyelenggarakan kegiatan musda IV Golkar KBB.

Ketidaknetralan ini bukan tanpa sebab diantaranya diloloskannya salah satu bakal calon yang secara kualifikasi akademik tidak memenuhi syarat menurut AD ART menjadi bakal calon ketua. “Kita para PK dan pengurus DPD Golkar KBB akan melayangkan surat protes kepada DPD Golkar Provinsi Jabar dan DPP Partai Golkar termasuk pada mahkamah Partai,” tegas Iip.

Dewan Penasihat Golkar KBB, Syahbandar menyayangkan kondisi Musda Golkar KBB dilanda persoalan. Padahal ia berharap Musda kali ini menjadi momentum kebangkitan Golkar di KBB.

Jika melihat kondisi seperti itu, kata Syahbandar, justru Partai Golkar akan semakin terpuruk. “Saya sangat kecewa dan sedih, Golkar Kabupaten Bandung Barat selalu menjadi kelinci percoban dari keserakahan pengurus pengurus di atas,” ujarnya.(eko/sep)