Ternyata 1 Hektare Ganja itu Ditanam di Lahan PTPN VIII

lahan PTPN VIII
UNGKAP KASUS: Tim Polres Cimahi berhasil mengungkap lading ganja di Bukit Unggul yang merupakan lahan PTPN VIII. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

Sempat Diukur untuk Dikerjasamakan

BANDUNG-Sekitar satu hektare lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII di perbatasan Bandung-Bandung Barat digunakan untuk kebun ganja. Kebun ganja itu ditemukan Jajaran Satres Narkoba Polres Cimahi. Satu orang penanam ganja dan empat orang pengedar saat ini sudah diamankan polisi.

Dari keterangan petani ganja, aktivitas penanaman di lahan PTPN VIII yang terletak di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung tersebut sudah berjalan sekitar satu tahun. Selama satu tahun itu, pelaku sudah berhasil panen sebanyak tiga kali dengan hasil per satu kali panen sebanyak 40 kilogram ganja kering siap edar.

Kepala Sub Bagian Komunikasi PTPN VIII, Reza menyebutkan, petani yang saat ini menjadi tersangka penanaman ganja di lahan milik PTPN itu merupakan penggarap ilegal. Menurut Reza, penggarap ilegal itu sering ditegur pihak PTPN lantaran menggunakan areal lahan yang tidak dikerjasamakan.

Baca Juga: 1 Hektare Ganja di Perkebunan Bukit Unggul Desa Cipanjalu Terungkap

“Penggarap ilegal tersebut melakukan penanaman ganja dalam bentuk polybag yang disimpan menyebar di beberapa titik. Manajemen Bukit Unggul telah melakukan penyisiran rutin namun tidak ditemukan adanya penanaman ganja,” ungkap Reza dalam keterangan resminya, Selasa (14/7).

Reza mengatakan, pihak manajemen kebun tidak melihat ada aktivitas yang mencurigakan. Sebelumnya, PTPN VIII sempat melakukan pengukuran lahan-lahan yang akan dikerjasamakan, termasuk kawasan lahan yang digunakan pelaku penanaman ganja.

“Penanaman ganja menggunakan polybag merupakan cara mereka dalam mengelabui petugas kita di lapangan, sehingga mereka dengan mudah memindahkan barang tersebut dari satu titik ke titik lainnya, dan disimpan berdampingan dengan tanaman lainnya untuk menyamarkan barang tersebut,” kata Reza.

Manajemen PTPN VIII bakal turun tangan

Reza menjamin, Manajemen PTPN VIII bakal turun tangan membongkar kasus penanaman ganja di lahan miliknya. PTPN VIII akan berkoordinasi dengan warga dan kepala desa setempat untuk mengawasi masih adanya sisa tanaman ganja yang lain yang masih tumbuh di areal lahan miliknya.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan pihak kepolisian khususnya Polres Cimahi. Kami secara terbuka untuk bersama-sama kepolisian dalam membongkar jaringan pengedaran ganja ini, semoga ke depan tidak terulang kembali hal serupa di tempat lainnya” tandasnya.

Sebelumnya, Kapolres Cimahi, AKBP Yoris Marzuki mengatakan, jajarannya berhasil menangkap lima orang pelaku berinisial YN (petani ganja) dan M, C, A, D (pengedar) di wilayah Bandung Raya. Pelaku menanam tanaman ganja di ladang tersebut dengan cara disebar secara acak menggunakan polybag bersama dengan pohon pisang, sayuran, dan tanaman lainnya.

“Ini adalah tempat hasil pengembangan dan penyelidikan tim Satresnarkoba sejak Kamis 8 Juli 2020, setelah tim melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku pengedar ganja,” kata Yoris.

Fakta Penananaman Ganja di Lahan PTPN

  • Lokasi Bukit Unggul Desa Cipanjalu Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung
  • Penanaman ganja sudah berjalan sekitar satu tahun
  • Selama satu tahun, pelaku berhasil tiga kali panen
  • Satu kali panen, 40 kilogram ganja kering siap edar
  • Kepolisian berhasil menangkap lima orang pelaku
    (YN (petani ganja) dan M, C, A, D (pengedar) di wilayah Bandung Raya)
  • Pelaku menanam ganja dengan cara disebar secara acak menggunakan polybag bersama dengan pohon pisang, sayuran, dan tanaman lainnya.
  • Pengungkapan kasus, dari hasil pengembangan dan penyelidikan tim Satresnarkoba Kamis 8 Juli 2020. (eko/vry)