Tunggu Pinjamam Cair, 72 KM Jalan Dibiarkan Rusak

EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES RUSAK BERLUBANG: Sejumlah pengendara roda dua menghindari kubangan jalan rusak agar tidak terjadi kecelakaan.

NGAMPRAH-Menunggu pinjaman cair dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp285 miliar. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat membiarkan jalan dari Cihampelas hingga Gununghalu rusak parah.

Anggota Komisi II DPRD KBB, Dadan Sapardan mengatakan, pihaknya sudah mengecek langsung kerusakan yang terjadi di ruas jalan selatan KBB. Ruas jalan itu direncanakan akan diperbaiki menggunakan anggaran dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). “Panjang kerusakan jalan yang harus diperbaiki sekitar 72 kilometer. Ruas jalan itu dari mulai Kecamatan Cihampelas sampai Kecamatan Gununghalu,” ungkap Dadan saat dihubungi, Minggu (7/2).

Dari hasil pengecekan langsung, Dadan mengungkapkan, akibat kerusakan jalan itu tidak sedikit pengendara yang mengalami kecelakaan. Kerusakan pun beragam, dari terkelupasnya aspal sampai jalan yang membentuk kubangan air cukup dalam sisa hujan. “Dari laporan warga memang betul hampir setiap hari ada yang kecelakaan akibat jalan rusak sepanjang jalur itu. Kerusakannya memang cukup beragam,” papar Dadan.

Perbaikan Bisa dari Anggaran Pemeliharaan

Pemkab Bandung Barat sebelumnya merencanakan ruas jalan selatan KBB bakal diperbaiki menggunakan anggaran dari PT SMI sebesar Rp285 miliar. Namun demikian anggaran itu tak kunjung cair sehingga jalan di selatan KBB pun dibiarkan rusak. “Gak perlu nunggu PT SMI. Kalau anggaran dari PT SMI belum bisa, sebenarnya pemerintah bisa mengalokasikan dari anggaran pemeliharaan jalan. Itu kan bisa dialokasikan dulu untuk meminimalisir terjadi kecelakaan-kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tersebut,” kata Dadan.

Terpisah, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas PUPR KBB Aan Sopiyan mengatakan, saat ini Pemda KBB masih menunggu pencairan anggaran dari PT SMI. Menurutnya, Pemda masih harus memenuhi beberapa berkas untuk verifikasi. “Jadi ada beberapa dokumen yang belum lengkap. Kita kurang Surat Pemenuhan Persyaratan Efektif. Kalau itu sudah terpenuhi baru ada. Insya Allah dalam waktu dekat ini bisa mulai perbaikan,” kata Aan.(eko/sep)