Wujudkan Bandung Barat Bersih, Hutan Kota Akan Ditata Ulang

PENGHIJAUAN: Bupati Aa Umbara secara simbolis melakukan penanaman bibit pohon di Hutan Kota Cermat yang berlokasi di sebelah utara komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat di Mekarsari Ngamprah. ASEP IMAM MUTTAQIN/PASUNDAN EKSPRES

NGAMPRAH-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat akan melakukan penataan dan kembali memfungsikan Hutan Kota Cermat buatan yang berlokasi di sebelah utara komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat di Mekarsari Ngamprah.
Hal ini sebagai upaya mewujudkan Bandung Barat Bersih dalam segala sektor sesuai Visi Bandung Barat Akur (Aspiratif, Kreatif Unggul dan Religius) diantaranya lingkungan bersih di Hutan Kota.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan, hutan kota akan dijadikan sebuah wahana wisata dan arena berkumpul masyarakat dengan pemandangan dan suasana alam yang asri. Selain itu, berdirinya Plasa Bandung Barat tepat di sebelah hutan kota akan menjadikan kawasan ini semakin ramai dikunjungi masyarakat lokal maupun dari luar.

“Saya berharap Oktober 2019 nanti pembangunan Plasa Bandung Barat dan perbaikan Hutan Kota bisa selesai dan sudah mulai dinikmati oleh masyarakat. Selain itu juga akan dijadikan tempat untuk lebih memberdayakan perekonomian rakyat,” kata Bupati Aa Umbara saat acara gotong royong bersih-bersih (Korpe) beserta jajaran pemerintahannya disekitar Hutan Kota, Jumat (14/10).

Mengenai pembangunan dan perbaikan Plasa Bandung Barat dan Hutan Kota, Ia berharap proses lelang selesai pada Januari 2019. Sehingga pembangunan akan segera dilaksanakan pada Bulan Maret dan berakhir serta bisa dinikmati oleh masyarakat pada Oktober tahun depan.

“Sedangkan mengenai hutan kota akan mempertahankan kontur aslinya tanpa harus melakukan banyak perombakan, hanya tinggal melakukan penghijauan dan perawatan,” terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, Apung Hadiat Purwoko mengatakan, saat ini areal di hutan kota tersebut tengah dilakukan penataan dan ditanami bibit pohon-pohon produktif. Sehingga masyarakat, kata Apung, bisa menikmati fasilitas di dalam hutan kota buatan tersebut.
“Penataan hutan kota ini memang sekaligus untuk meningkatkan indeks kebahagian masyarakat. Nanti semua masyarakat dapat beraktivitas di hutan kota ini,” kata Apung.

Selain penanamam bibit pohon, yang menjadi prioritas dalam penataan hutan kota yakni perbaikan pada areal jogging track. Sebab, setelah lama tak digunakan fasilitas jogging track tersebut kini mengalami kerusakan.

“Hutan kota ini dibuka untuk aktivitas masyarakat. Sehingga beberapa fasilitas publik seperti jogging track ini akan kita perbaiki secepatnya. Apalagi, sekarang jogging track ini sudah rusak,” jelasnya.

Lebih lanjut Apung menjelaskan, penataan hutan dikerjakan secara swadaya oleh para relawan Akur. Dengan demikian dalam penataan hutan kota tak menggunakan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KBB.

“Mungkin untuk perawatan dan pengelolaan nanti bisa oleh dinas.Sementara untuk penataan sekarang dilakukan oleh para relawan,” ujarnya Apung seraya menyebut proses penataan hutan kota tersebut akan selsai dalam waktu dekat ini.

Seperti diketahui, Hutan Kota Cermat itu dibiayai dari anggaran APBD KBB sekitar Rp4 miliar dan dianggarkan selama tiga tahun anggaran, dimulai dari tahun anggaran 2015 sebesar Rp 2 Miliar hingga terakhir di APBD murni tahun anggaran 2017.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat di massa kepemimpinan Bupati sebelumnya Abubakar membangun hutan kota tersebut agar masyarakat bisa menikmati fasilitas publik, termasuk menjadi lokasi olahraga bagi masyarakat. Namun demikian, hutan kota yang dibangun dengan konsep edukasi, wisata, dan konservasi ini lama dibiarkan. (adv/sep)