Alih Fungsi Rumah Dinas Bupati Dinilai Ngawur

DISOAL: Seorang pengendara melintasi depan rumah dinas Bupati Karawang yang rencananya akan dialihfungsikan menjadi galeri seni. USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Alih fungsi Rumah Dinas Bupati (RDB) menjadi galeri seni dan budaya, dinilai merupakan kebijakan yang ‘ngawur’.

Pasalnya, perubahan alihfungsi RDB itu tidak ada dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Karawang.
Apalagi anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan galeri tersebut tidak sedikit, yakni mencapai Rp5,8 miliar.

“Lagi-lagi kebijakan ngawur. Ini menandakan kalau perencanaan pembangunannya amburadul, tidak terkonsep dengan baik,” ujar Ketua LSM Lodaya, Nace Permana, Rabu (7/11).

Menurutnya, pembangunan di Karawang terkesan dadakan, atau didasarkan atas benak Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Bukan disesuaikan dengan perencanaan pembangunan yang tercatat dalam RPJMD.

“Jadi saya semakin curiga kalau pembangunan selama ini semaunya bupati, dan mengesampingkan perencanaan dan blue print pembangunan Karawang yang tertuang dalam RPJMD,” katanya.

BACA JUGA:  Aplikasi E-Planning Diluncurkan

Menurut Nace, pembangunan galeri seni dan budaya di rumah dinas bupati itu ngawur. Sebab secara otomatis nantinya fungsi bangunan akan berubah, tidak lagi sebagai rumah dinas bupati, tapi akan jadi galeri.

Dengan begitu, Pemkab Karawang tidak akan mempunyai rumah dinas bupati. Padahal beberapa tahun ke depan, bupati pasti akan berganti, dan bupati pengganti Cellica pun nantinya berhak menempati rumah dinas bupati.

“Oke, kalau sekarang rumah dinas bupati tidak ditempati, karena Cellica memilih menempati rumah dinas wakil bupati. Tapi bupati pengganti Cellica, belum tentu memilih menempati rumah dinas wakil bupati seperti Cellica,” katanya.