Calon Sekda Mulai Diterpa Isu Miring

Kejaksaan Pastikan Tidak Ada Persoalan Hukum

KARAWANG– Penentuan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang memasuki tahap penentuan, setelah Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana mengumumkan tiga nama calon Sekda yang lolos dalam seleksi tahap awal.

Tahap Selanjutnya bupati akan mengumumkan Sekda terpilih dari tiga nama tersebut. Menjelang pengumuman itu, sejumlah nama yang lolos masuk tiga besar itu mulai diusik dengan munculnya persoalan yang menyerang mereka.

Tiga besar nama calon Sekda yaitu Acep Jamhuri, Ahmad Suroto dan Dedi Ahdiyat sudah bisa dipastikan salah satunya bakal dipilih bupati. Cellica saat ini dikabarkan masih menimbang-nimbang ketiga calon sekda untuk dipilih salah satunya dan diumumkan kepada publik. Hanya saja menjelang pengmuman itu para calon sekda tersebut mulai merasakan ada pihak yang sengaja membuat opini negatif agar tidak dipilih bupati.

Acep Jamhuri yang saat ini menjabat sebagai kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mengaku ada pihak yang sengaja menjelek-jelekan dirinya dengan cara membuka kasus masa lalu yang dinilainya sudah selesai. Seperti kasus pembangunan gedung Pemda II yang dipersoalkan padahal pekerjaannya sudah selesai denga baik.

Namun dia merasakan ada pihak yang sengaja mempersoalkan pembangunan Pemda II, padahal tidak ada permasalahan dengan hukum. “Apa yang dipermasalahkan saya tidak tahu, karena memang tidak ada persoalan hukum,” katanya.

Hal tersebut juga diamini oleh Kepala Sekdi Inteljen Kejaksaan Negeri Karawang, F. Makki yang mengatakan tidak ada persoalan hukum dalam pembangunan gedung Pemda II.

Dia katakan, pada saat pembangunan gedung Pemda II itu kejaksaan hadir karena dalam rangka program TP4D. Kejaksaan saat itu melakukan pendampingan agar pembangunan bisa selesai tepat waktu dan penyerapan anggaran berjalan dengan baik. “Waktu itu kita hadir bukan untuk memeriksa perkara hukum tapi memberikan pendampingan agar pekerjaan selesai sesuai harapan,” kata Makki.(aef/ded)