Perlintasan Kereta Warung Bambu Kembali Dibuka

DIBUKA: Ratusan pengendara melintas di Perlintasan Kereta Warung Bambu, Senin (20/1).AJI LEKSMANA

KARAWANG – Sudah lebih dari sebulan palang pintu kereta Warung Bambu kembali dibuka, (18/12) lalu setelah sebelumnya ditutup akibat kecelakaan tertabraknya sebuah bus pada akhir Agustus 2019.

“Jamannya ditutup kalo bisa dibilang kota mati udah kayak kota mati ini,” ucap Engki (54) salah seorang warga saat disambangi di lokasi pada Senin (20/1)

Warga mengaku senang usai palang pintu kereta Warung Bambu kembali dibuka, semua kembali berjalan normal. Warung kembali dapat buka, rumah makan kembali ramai, ojek mendapat pelanggan, pengendara dapat melintas, dan warga mendapat pemasukan dari jasa mengatur lalu lintas palang pintu kereta.

“Ya jelas senang, ekonomi jalan lagi, pemuda sekitar juga ada pemasukan lagi seenggaknya,” lanjut Engki.

Indra Apriana (23), petugas PLJ (Penjaga Lintasan) dari Dinas Perhubungan yang sedang berjaga di pos penjagaan menyebutkan fasilitas yang ada saat ini sudah lebih lengkap. Sebelum palang pintu perlintasan ditutup, petunjuk kedatangan kereta hanya mengandalkan pengamatan mata, dan itu sangat berisiko.

“Kalau sekarang kita dikasih radio komunikasi, jadi bisa tau posisi kereta yang mau lewat dari koordinasi antar petugas,” ujarnya.

Namun kendati palang pintu perlintasan kereta kembali dibuka, omzet warga yang mengatur lalu lintas menurun, hal ini disebabkan adanya pembatasan jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas. Terdapat palang pembatas setinggi 2,1 meter dari dua arah jalan, sehingga kendaraan besar seperti bus dan truk tidak dapat melintas.

“Dulu tuh biasanya truk malem lewat sini, sekarang kan enggak karena ada penghalang, jadi pemasukan menurun,” tutup Engki. (aji/ded)