Pupuk Kujang Cikampek Bantah Terjadi Kelangkaan

pupuk kujang cikampek
KLAIM: Stok pupuk di PT Pupuk Kujang Cikampek melebihi ketentuan pemerintah. DEDI SATRIA/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) mengaku telah menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani di Karawang melebihi ketentuan pemerintah. Pada musim tanam (MT) ke dua tahun 2020, realisasi penyaluran pupuk urea di wilayah Karawang mencapai 38.225 ton atau 110 persen dari ketentuan Dinas Pertanian (Distan) setempat sebesar 34.631 ton.

Demikian dikatakan Manager Komunikasi PKC, Fitria Ratu Pagih, menanggapi adanya isu kelangkaan pupuk bersubsidi di Karawang, Rabu (26/8). “Stok pupuk urea bersubsidi di gudang lini III dalam posisi aman. Pada 24 Agustus 2020, stok di gudang mencapai 1.691 ton atau 127 persen dari ketentuan Distan sebesar 1.335 ton,” ujar Ratu.

Dijelaskan juga, PKC sebagai salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Bahkan di setiap gudang wilayah tanggung jawab PKC selalu disiapkan pupuk cadangan.

Baca juga: Pupuk Kujang Bantu Desa dan Yatim Piatu

“PKC selalu memastikan jaringan pemasaran yang ada di setiap wilayah tanggung jawab perusahaan, tepat sasaran. Kuota pupuk hanya bagi kelompok tani sesuai alokasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diinput ke dalam sistem dengan basis NIK melalui E-RDKK,” papar Ratu.

Dijelaskan, pentingnya data diri sebagai kelompok tani dalam E-RDKK, menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan alokasi subsidi untuk para petani di setiap wilayah. Dengan demikian, sasaran penerima pupuk subsidi akan tepat sasaran sesuai kebutuhannya.

“Kami harapkan semua petani di wilayah tanggung jawab PKC sudah terdaftar dalam E-RDKK. Bagi yang tidak terdaftar dalam E-RDKK, PKC tetap menyediakan pupuk nonsubsidi, seperti Nitrea, NPK 30-6-8, dan Organik nonsubsidi yaitu Excow,” tambahnya.

Selain pupuk urea, lanjut Fitria, PKC menyediakan stok pupuk subsidi lainnya di Gudang lini III wilayah Karawang. Stok pupuk NPK Phonska tersedia 378 ton dan penyaluran pupuknya sebanyak 21.040 ton atau 103 persen dari ketentuan.

Sementara, stok pupuk Petroganik tersedia sebanyak 626 ton dan penyalurannya telah 5.514 ton atau 97 persen dari ketentuan pemerintah.

Jalin kerjasama dengan masyarakat

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, lanjut Ratu, pihaknya menjalin kerjasama dengan stakeholder dan masyarakat yang aktif dalam memonitoring penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan.

Saat ini, kata dia, kios resmi yang tersebar di wilayah Karawang ada 220 kios. “Tanggungjawab PKC tidak hanya untuk wilayah Karawang saja, tetapi juga semua daerah di Jabar, Banten, dan sebagian Jawa Tengah. Kami pastikan stok pupuk aman,” katanya.
Namun demikian, lanjutnya, alokasi pupuk bersubsidi tergantung pada data petani di E-RDKK yang diinput oleh petani. Dan dipastikan stok pupuk bersubsidi yang disalurkan PKC telah sesuai dengan E-RDKK yang berasal dari data petani.

“Terkait adanya kekurangan pupuk bersubsidi bisa disebabkan beberapa faktor. Misalnya, masih adanya petani yang belum terdaftar dalam kelompok tani, sehingga luasan lahannya belum tercatat dalam E-RDKK. Bisa juga akibat pada saat data E-RDKK di input, sampai batas waktu terakhir masih ada keterlambatan laporan dari kelompok tani,” ujar Ratu.

Menurut Ratu, PKC telah berupaya maksimal dalam menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi dan kebutuhan yang terdata dalam E-RDKK. PKC juga selalu intens berkoordinasi dengan petugas lapangan agar stok terserap tepat waktu.(aef/ddy/vry)