Warga Kecewa, Distribusi Jaringan Gas Tidak Sesuai Janji

TAK DIPAKAI: Warga Puseur Jaya, Tuti menunjukan jaringan gas bumi untuk keperluan rumah tangga yang tak kunjung di distribusikan Pertamina. AJI/PASUNDAN EKSPRES

Karawang – Terhitung sejak Selasa (17/12/19) jaringan gas (jargas) bumi untuk keperluan rumah tangga di Karawang untuk wilayah Telukjambe, Puseur Jaya, Sirnabaya, dan Adiarsa Barat telah diresmikan. Namun dua bulan berlalu distribusi gas masih belum masuk untuk memasok rumah-rumah warga.

Tuti, salah satu warga Puseur Jaya menuturkan, ia telah menerima jaringan gas dan perangkat kompor untuk rumahnya sejak tahun lalu, namun hanya disimpan dan tak dapat digunakan.

Pipa Sudah Beres, Namun Gas Belum Bisa Dipakai

“Pipanya udah beres, kompornya juga udah dikasih tapi ya masih belum bisa dipake, orang gasnya belum masuk,” ucapnya saat ditemui tim Pasundan Ekspres, Selasa (18/02).

Sari, warga yang juga membuka warung makan di rumahnya memberikan tanggapan serupa ketika ditanya perihal jargas.

Sari mengaku, pihaknya selama ini telah dijanjikan akan dapat menikmati fasilitas gas bumi pada akhir tahun 2019, dan masih belum ada kepastian hingga hari ini.

“Ya dibilangnya akhir tahun, sampe akhirnya dibilang diundur nanti katanya pas tahun baru (2020) semuanya beres, tapi sampe sekarang gak ada mulu,” tuturnya.

Narsah, kepala RW 04 Desa Puseur Jaya menjelaskan, sejak awal wacana adanya pembangunan saluran gas rumah tangga, tidak semua warganya menerima program tersebut.

Sebagian masih merasa asing dengan fasilitas ini dan mengaku takut serta khawatir terjadinya kecelakaan yang membahayakan.

“Ya pertama ada pemberitahuan sebenernya warga kebanyakan tidak mau ikut, karena serba takut dan khawatir,” katanya.

“Tapi setelah dilakukan musyawarah dan penjelasan mengenai kelebihan gas bumi dibanding gas elpiji yang katanya lebih murah, ya mulai ada beberapa warga yang berubah pikiran untuk mendaftarkan rumahnya,” lanjutnya.

Namun pada akhirnya tidak semua warganya memilih mendaftarkan rumahnya untuk dipasangi jargas, hal itu masih disebabkan ketakutan warga. “Akhirnya gak semua pasang. Kayak di sana daerah dekat Unsika, itu dari 400-an KK ya gak sampe 100 yang pasang,” imbuhnya.

Narsah juga menyayangkan lambannya distribusi gas hingga melewati batas tanggal perjanjian. “Pihak mereka bilangnya Desember (2019) tuh sudah bisa dipake gasnya, terus diundur katanya Januari (2020) bisanya, eh tapi sampe sekarang gak ada kabar lagi,” ungkapnya.

Ia juga menyayangkan pihak serta institusi terkait yang tidak hadir dan melakukan pemberitahuan mengenai keterlambatan distribusi gas yang sudah terjadi berbulan-bulan ini.

“Ya setidaknya kalau memang ada keterlambatan harusnya mereka jelasin ke warga kenapa, jangan sampe bikin warga nunggu tanpa kepastian gini,” pungkasnya.(aji/sep)