Gara-gara Virus Corona, Masker Langka

LANGKA: Virus Corona yang mewabah di Cina menjadi isu dunia. Salah satunya dampaknya adalah kebutuhan akan masker meningkat tajam. Hingga ketersediaannya menipis dan langka. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Virus Corona masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Terlebih, saat ini banyak tenaga kerja asing asal Cina yang bekerja di Indonesia.

Isu Virus Corona ini pun berdampak pada perilaku di masyarakat. Positifnya, masyarakat lebih aware untuk mencegah Virus Corona dan penyakit lainnya. Satu di antaranya ditunjukkan dengan penggunaan masker saat berada di luar rumah.

Alhasil, masker pun menjadi buruan warga. Penjualannya meningkat tajam, dan saat ini mulai langka di pasaran, khususnya di apotek-apotek.
Dari penulusuran di sejumlah apotek yang ada di Purwakarta ternyata hasilnya memang benar ada kelangkaan pada stok masker.

Mala (30), salah seorang pegawai di Apotek Syamil Medika mengatakan, kelangkaan masker memang terjadi sejak sepekan terakhir. Menurutnya, kelangkaan masker ini karena memang di pedagang besar farmasi (PBF) stoknya habis.

“Kami minta (masker) ke PBF sudah habis. Kami biasa membeli 10 box kecil tapi semenjak ada isu Virus Corona, ketersediaan masker jadi menghilang,” katanya di apotek yang berlokasi di bilangan Jl. Veteran ini, Jumat (7/2).

Meski kelangkaan masker telah terjadi, namun Mala menyebut banyak permintaan warga untuk membeli masker.

Kelangkaan masker pun terjadi di Apotek Permata. Erni (23), salah seorang pekerja di sana mengaku tak hanya masalah kelangkaan masker, tapi masalah harganya pun melambung tinggi.

“Sekarang harganya bisa capai Rp50 ribu lebih yang biasanya hanya Rp30-35 ribu per 1 box. Tapi, banyak saja orang yang mencari masker,” katanya.

Hal senada pun dibenarkan oleh Indri (21). Pekerja di Apotek Perdana ini mengakui stok masker di apoteknya menipis dan harganya pun melambung tinggi.
“Harga satu masker itu Rp4 ribu sekarang. Jadi, kalau satu box masker isi 50 masker maka bisa dikatakan harga Rp 200 ribu,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta Deni Darmawan mengatakan, pihaknya akan segera meninjau ke apotek-apotek. Termasuk menginstruksikan ke bagian pengadaan obat untuk meminta menyediakan stok masker.
“Memang setiap permintaan pasti ada penawaran. Bukan cuma di Purwakarta yang langka tapi senasional ini terjadi. Sehingga, kementerian mesti memproduksi banyak (masker),” ujar Deni yang baru saja dilantik menjadi Kepala Dinas Kesehatan saat ditemui di Gedung Negara, Pemkab Purwakarta.

Disinggung terkait antisipasi upaya dari kelangkaan masker ini, Deni menyebut cara mengantisipasinya yakni mengimbau kepada setiap orang yang menderita flu mesti beretika saat batuk dan bersin.

“Minimal memakai sapu tangan ketika batuk atau bersin. Dan warga kalau ingin memakai masker nggak perlu beli yang jenis N95 karena memang harganya terbilang mahal dan lebih baik yang standar saja,” ujarnya.(add/vry)