Jubir Satgasus Covid-19 Memohon Maaf Terkait Balita yang Positif Covid-19

MOHON MAAF: Sekretaris Satgasus COVID-19 Wahyu Wibisono (kanan) menyampaikan permohonan maafnya terkait salah tafsir dari masyarakat, lingkungan, dan pasien sekitar Rumah Bersalin milik NW. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Pemilik Rumah Bersalin Merasa Dipojokkan

PURWAKARTA-Berita tentang seorang Balita berusia 3,5 tahun yang dinyatakan positif Covid-19 menuai protes dari pemilik Rumah Bersalin berinisial NW. Dirinya merasa dipojokkan atas pernyataan yang dikeluarkan Juru Bicara Tim Satgasus yang dimuat di berbagai media pada Rabu (1/4).

Pernyataan tersebut menyebutkan jika balita yang positif Covid-19 itu akibat terpapar ibunya yang bekerja di Rumah Bersalin milik NW. Kemudian disebutkan pula jika ibu Balita tersebut sempat melakukan kontak dengan NW yang baru pulang umrah.

Bahkan, dampak pernyataan tersebut menyebabkan kepala puskesmas setempat sempat mengeluarkan perintah lisan untuk menutup sementara Rumah Bersalin miliknya. Sehingga untuk sementara tidak menerima pasien, baik yang mau melahirkan maupun hanya cek kesehatan bayi. Terhitung sejak tanggal 1 hingga 14 April 2020.

“Saya ikuti perintah Kepala Puskesmas untuk tidak menerima pasien. Ini dampak pernyataan (Satgasus Covid-19) yang dimuat di berbagai media,” kata NW di Purwakarta, Kamis (2/4).

Dijelaskan NW, dirinya mengakui pernah melaksanakan umrah tapi tidak bersamaan dengan Ny. U, warga Pasawahan yang sempat positif Covid-19 dan kini sudah dinyatakan sembuh. “Saya tidak pernah berangkat maupun pulang umrah satu kloter dengan Ny. U.

Bahkan, perusahaan perjalanan umrahnya pun berbeda dengan Ny. U,” kata NW.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Juru Bicara yang juga Sekretaris Satgasus Covid-19 Wahyu Wibisono langsung mendatangi dan menemui NW.

“Secara pribadi dan kedinasan saya memohon maaf atas salah tafsir dari masyarakat, lingkungan, dan pasien sekitar Rumah Bersalin milik ibu NW ini.

Pada jumpa pers dan rilis yang dikirimkan ke sejumlah media massa, baik online maupun cetak pada Rabu (1/4) kemarin, saya tidak menyebutkan bahwa balita 3,5 tahun terpapar dari ibunya yang bekerja di Rumah Bersalin ini,” ujarnya.

Perlu rekan-rekan wartawan ketahui, kata Wieby, dari hasil pemeriksaan tes cepat, baik pemilik Rumah Bersalin NW maupun seluruh keluarganya yang ikut diperiksa, dinyatakan negatif.

“Demikian pula dengan ibu balita 3,5 tahun beserta saudara-saudaranya dinyatakan negatif. Jadi yang positif hanya balita tersebut. Kami pun kini sedang melakukan tracing dan tracking dari mana balita itu terpapar hingga dinyatakan positif Covid-19,” katanya.

Wieby yang juga menjabat Kepala Dinas Pemadam Kebakaran & Penanggulangan Bencana (Damkar PB) Kabupaten Purwakarta ini pun langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan dr. Deni Darmawan terkait penghentian sementara Rumah Bersalin milik NW.

“Sudah ada izin dari Kepala Dinas Kesehatan agar Rumah Bersalin milik NW tetap beroperasi sebagaimana biasa,” kata Wiebi.(add/vry)