Kakorlantas Tinjau TKP dan Kunjungi Korban Kecelakaan

MENINJAU: Kakorlantas Mabes Polri Irjen Refdi Andri saat mengunjungi TKP dan menjenguk kondisi penggguna jalan yang terluka, Ahad (3/3). ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

Selidiki Faktor Penyebab Lakalantas

PURWAKARTA-Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Cipali Km 78.300 jalur A, tepatnya di Kampung Cimahi, Desa Cimahi, Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta, Ahad (3/3) malam.

Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Ricky Adi Pratama mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, melibatkan dua kendaraan, yakni mobil Mitsubishi Elf No Pol E 7027 dan Truk Fuso No Pol BE 9069 QC.

Akibat peristiwa tersebut kata Ricky, lima korban meninggal dunia dan 10 korban mengalami luka berat dan ringan. Semua korban dilarikan ke RS Thamrin Purwakarta.

“Dua korban tewas di TKP dan tiga korban tewas di RS Thamrin, sementara sisanya masih dalam penanganan pihak RS Thamrin,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Senin (4/3) pagi.

Dijelaskannya, kecelakaan bermula ketika kendaraan Mitsubishi Elf datang dari arah Jakarta menuju Cirebon. “Setibanya di TKP, mobil yang dikendarai Hadi Kusno diduga menabrak bagian belakang truk yang tengah melaju di depannya,” kata dia.

Ada pun korban tewas di TKP, atas nama Hadi Kusno (43), pengemudi Mitsubishi Elf, dan Istikoming (48). Sedangkan tiga korban tewas di RS Thamrin yaitu Muhasim (85), Muslikhah (59) dan Sunardi (45).

Sementara 10 korban mengalami luka ringan atas nama Komariah (45), Fadol (35), Lina Nurhasana (29), Devia Nur Fitria (13), Wariah, Womariah (46), Marwah (50), dan tiga korban lainnya Abia Sabit, Tsurayya Iskandar Ufaira, Aisy Iskandar Ash Shaumy merupakan bayi yang usianya di bawah dua tahun.

“Semua korban merupakan warga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,” ucap Ricky.

Siang harinya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs Refdi Andri M.Si memantau langsung TKP kecelakaan Tol Cipali Km 78.300 yang mengakibatkan 5 korban jiwa dan 10 korban luka.

Selain memantau TKP, Kakorlantas juga mengunjungi korban luka yang tengah mendapatkan perawatan di RS Thamrin Jalan Raya Cibening No. 36, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

“Untuk sementara, kecelakaan tadi malam itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Saat ini sedang dilakukan olah TKP mulai dari tadi pagi. Langkah-langkah tersebut sudah dilakukan Kasatlantas polres Purwakarta dan Dirlantas Polda Jabar, serta backup dari Korlantas polri,” ujarnya kepada awak media.

Dengan adanya pendalaman ini, sambungnya, diharapkan akan ada satu kesimpulan bagaimana kecelakaan itu terjadi.

“Namun bagaimana pun hasilnya nanti, kita akan bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dari keterangan ahli. Setidaknya ahli dari Mitsubishi dihadirkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan,” kata Kakorlantas.

Lebih lanjut Kakorlantas mengungkapkan, dugaan sementara adalah kelalaian pengemudi tapi semuanya perlu pendalaman.

“Menurut informasi, kendaraan ini bergerak dari Brebes pada Ahad (3/3) menuju Tanjung Priok. Lalu kembali lagi sore harinya, hingga malam di lokasi terjadi kecelakaan ini. Mungkin sopirnya lelah atau mengantuk,” ucapnya.

Disinggung terkait maraknya kecelakaan tabrak belakang di Cipali, Kakorlantas menyanggahnya. “Sebetulnya bukan marak, tapi memang terjadi beberapa kasus di jalan tol ini. Kecelakaannya seperti itu (tabrak belakang), kalau tidak out of control, atau terjadi tabrak belakang, karena jalan ini kan searah, pergerakan kendaraan kan searah,” ujarnya.

Pihaknya juga telah mengkampanyekan terkait bagaimana para pengendara melakukan pengaturan kecepatan di jalan tol, sesuai dengan batas kecepatan yang telah ditentukan. “Minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam,” katanya.

Kemudian, sambung Kakorlantas, yang perlu diperhatikan lagi oleh pengemudi adalah kondisi badan tidak selalu fit. “Sewaktu-waktu dia bakal lelah, capek, jadi pada saat itu orang-orang yang ada di dalam kendaraan itu semuanya harus berkontribusi dalam hal keselamatan,” ucapnya.

Sementara terkait kondisi jalan, Kakorlantas menyebutkan bisa jadi diakibatkan berbagai faktor. “Karena faktor-faktor ini saling mempengaruhi, bisa karena faktor pengemudi, faktor jalan, cuaca, dan kendaraannya. Harus diingat pula, biasanya kecelakaan itu tidak berdiri sendiri,” katanya.

Pihaknya juga akan melihat apakah pengemudi elf ini memiliki SIM B1 umum, masih berlaku tidaknya, dan KIR mobilnya masih hidup. “Justru pendalaman ini menjadi penting. Makanya setelah dilakukan penanganan TKP, olah TKP juga harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Kakorlantas juga mengimbau kepada semua pengguna jalan untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan.

“Kelaikan jalannya sudah diuji, kemudian kepantasan sudah diuji, sekarang bagaimana memperhatikan secara orang perorang, baik pengemudi maupun penumpang harus jadi perhatian semua. Keselamatan itu tidak hanya dari pengemudi, tapi semuanya memiliki peran penting,” ucapnya.(add/dan)