Longsor di Desa Cikeris Tutup Akses Jalan

LONGSOR: Akses jalan dari Desa Cikeris menuju Desa Pasanggrahan dan Cihanjawar Kecamatan Bojong tertutup longsor. Kendaraan terpaksa memutar arah dengan jarak lebih jauh. DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

Camat Kerahkan Warga Tiga Desa

PURWAKARTA-Akses jalan desa yang mengarah dari Desa Cikeris menuju Desa Pasanggrahan dan Desa Cihanjawar Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta mengalami hambatan serius, menyusul terjadinya longsor yang materialnya menutup ruas jalan Cikeris-Pasanggrahan.

Tak ada korban atau kerusakan rumah warga karena titik longsor, berada di tepian jalan yang tak ada rumah milik warga.

Namun demikian akibat longsor yang terjadi pada Kamis siang(8/11), sempat membuat dua desa di Kecamatan Bojong, yakni Desa Cikeris dan Desa Cihanjawar terisolir, akibat kendaraan roda empat,tak bisa melintasi ruas jalan penghubung tiga desa itu.

Camat Bojong Wawan Darmawan, yang ditemui Jumat siang di lokasi longsor, di Kp. Cikananga RT 13/05 Desa Cikeris menyebut, longsor yang materialnya terdiri dari akar rumpun bambu itu, menutup total akses jalan dari dua arah.

“Sebenarnya longsor terjadi pada Kamis siang(8/11),sekitar pukul 10.00 WIB, namun upaya evakuasi material longsoran oleh tim dari Disdamkar PB Pemkab Purwakarta, dibantu warga terhenti, karena kamis sorenya hujan kembali turun,” sebut Wawan Darmawan.

“Kita, baru lanjutkan pembersihan material longsoran pada Jumat pagi (9/11) dengan melibatkan warga dari tiga desa, yakni Cihanjawar,Cikeris dan Pasangrahan secara gotong royong,” imbuhnya.

Akibat kejadian ini,sejumlah kendaraan roda empat dari arah Cikeris tujuan Desa Pasanggrahan dan Desa Cihanjawar terpaksa harus memutar arah yang lebih jauh.

“Kendaraan Roda empat, yang mengarah ke Desa Pasangrahan lalu Cihanjawar, dialihkan melalui desa Cibingbin lalu Desa Bojong Timur lalu Pasanggrahan, ini memutar dan jaraknya jadi lebih jauh,” imbuh Camat Bojong.

Namun demikian, pihaknta mengupayakan gerak serentak dari warga tiga desa, membersihkan material longsoran,”kalau pagi hingga siang, jelang shalat Jumat gak beres, kita akan sambung sampai sore. Pokoknya jalan ini harus kembali normal, seperti sebelumnya,’ tukas Camat Bojong Wawan Darmawan.

Dari pantauan Pasundan Ekspres hingga Jumat siang, upaya evakuasi material longsoran mengalami kesulitan, karena alat berat tak diterjunkan, penyebabnya material longsoran terdiri dari tonggak tonggak rumpun bambu,yang sulit diurai.

Dihubungi ditempat terpisah, Kades Pasanggrahan menyebut saat terjadi longsor rumpun bambu itu pohonya sempat menutup jalan, namun saat terjadi longsor akarnya masih menempel ditebing dan oleh warga pada Kamis siang, sengaja di turunkan guna menghindari longsor susulan.

“Pohon bambunya, oleh warga ditebang dan bongkahan akar rumpun bambu yang sempat masih menempel ditebing diturunkan, agar tak terjadi longsor susulan,” terang Acep Rahmat.

Hingga berita ini dibuat,pada pukul 16.00 WIB Jumat (9/11) sore hari, upaya evakuasi material longsor masih terus berjalan. Namun upaya yang diteruskan usai shalat Jumat itu, dipastikan akan rampung sehingga pada Jumat malam, ruas jalan desa bisa kembali dilalui kendaraan roda empat.(dyt/dan)