Siapkan Pembangunan Karakter Hadapi Era 5.0, STAI Muttaqien Gandeng University Tun Hussein

STAI Muttaqien
INTERNASIONAL. Tangkapan layar seminar internasional virtual dengan tema Reimaging Smart Society Towards Human Sustainability yang digelar STAI DR KHEZ Muttaqien dengan University Tun Hussein onn Malaysia. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DR KHEZ Muttaqien Purwakarta telah melangsungkan Seminar Internasional (INSAN-Internantional Conference on Human Sustainability) dengan bahasan pokok ‘Reimaging Smart Society Towards Human Sustainability’.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara STAI Muttaqien dengan University Tun Hussein onn Malaysia pada Rabu (19/8).

Kegiatan yang berlangsung secara virtual tersebut dihadiri tak kurang dari 55 peserta yang sebagian besar adalah akademisi dan praktisi yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi.

Baca Juga: 115 Mahasiswa STIE Miftahul Huda Ikuti KKN

Acara dibuka Prof Datuk Ts Dr Wahid Bin Razzaly selaku Vice-Chancelor University Tun Hussein onn Malaysia. Menghadirkan enam pembicara kunci, di antaranya Head of Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Prof Dr Herri MBA dan Dr. Imam Tabroni, M.Pd.I dari STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta.

Tiap-tiap pembicara mempresentasikan dan membahas segala materi yang berhubungan Citra Masyarakat di era 5.0. Yakni meliputi Community and Social Development, Islamic Philosophy & Civilization, dan Education, Science, Technology, Language & Cimmunication.

Dalam sambutannya, Wahid Bin Razzaly mengharapkan agar ke depannya dapat terjalin kerjasama yang efektif dalam pembangunan karakter manusia dalam menghadapi masyarakat 5.0.

“Kami juga mengharapkan bahwa di masa yang akan datang, Perguruan Tinggi yang telah bekerjasama dengan UTHM dari keempat negara Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam dan Thailand dapat berkembang dengan baik,” ujarnya melalui rilisnya, Kamis (20/8).

Meskipun dilangsungkan secara virtual, acara ini mendapatkan sambutan yang positif baik dari peserta maupun pembicara.

Dia menyebutkan bahwa acara serupa sangat diharapkan untuk diselenggarakan tahun depan. Ini mengingat perkembangan teknologi yang sangat pesat harus diimbangi dengan kecerdasan masyarakat yang kuat dalam pembangunan karakter manusia paripurna.(add/ysp)