Sulap Sampah Plastik jadi Paving Blok

KREATIF: Urip Hidayat menunjukan paving blok yang dia buat dari sampah plastik di Gudang Kantor Pemdes Citalang. DAYAT ISKANDAR/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Pegawai Pemdes Citalang Urip Hidayat berhasil menyulap sampah plastik menjadi paving blok. Ide kreatif tersebut memberikan manfaat bagi kenyamanan halaman kantor maupun rumah.

Lazimnya paving blok, biasanya terbuat dari adukan pasir dan semen yang dicetak persegi enam atau kotak. Tapi paving blok kreasi Urip Hidayat ini, terbuat dari sampah plastik yang dia buat sendiri di gudang sampah milik Desa Citalang.

“Ini sebuah ide nyeleneh dan cukup ekstrem,” ungkap Urip Hidayat, Selasa (21/1) sembari mendemontrasikan kebolehanya mencetak sampah plastik menjadi paving blok.
Dia menjelaskan proses pembuatan karyanya tersebut. Sebuah tungku yang diisi aneka sampah plastik, sendal jepit bekas dan kardus steroform dipanaskan, sebagai bahan bakar menggunakan kayu.

“Kalau plastik ini terus dipanaskan, dengan dicampur bahan-bahan lain yang semuanya berasal dari sampah rumah tangga yang saya kumpulkan. Maka, benda-benda itu akan meleleh dengan suhunya bisa mencapai 250 derajat celcius,” bebernya.
Saat plastik meleleh, lanjut Urip, saat itu dituangkan ke dalam cetakan yang biasa digunakan pengrajin paving blok. Bentuknya persegi enam. Setelah itu tiriskan dengan dicelupkan ke air.
“Benda paving blok berbahan baku plastik bekas, akan dengan sendirinya terbentuk,” kata Urip.

Meski upaya itu masih berupa eksperimen dan tanpa sentuhan teknologi terbaru, Urip mengaku terpacu untuk terus melanjutkan uji cobanya itu. “Saya sih berharap ada kepedulian kalangan akademisi di Purwakarta, khususnya yang intens di bidang teknologi membuat alat pemanas. Tujuannya guna memanaskan sampah plastik yang kita kumpulkan dari sampah rumah tangga dari warga Desa Citalang,” terangnya.

Ekspreimenya itu, kata Urip, jika terus dikembangkan bukan tidak mungkin setiap sampah plastik yang sudah dipilah dari hasil sampah rumah tangga akan banyak manfaatnya.
Dia mengatakan, pihaknya membuang sampah rumah tangga ke TPA Cikolotok dari Warga Desa Citalang sebanyak 3-5 kubik perhari.

“Dengan temuan ini, rencananya sampah haail pengumpulannya akan didaur ulang di gudang sampah milik Desa Citalang yang dibangun dari Alokasi Dana Desa,” ujarnya.

Nantinya, Urip menuturkan, gudang sampah ini akan menjadi gudang kreatif para pemuda desa. Khususnya para petugas pengumpul sampah, untuk terus berkreasi dengan konsen pada sampah yang didapatnya dari warga.

“Sedikitnya enam pekerja setiap harinya disibukan di gudang ini, guna mengumpulkan, memilah dan mengolah sampah plastik menjadi paving blok,” ujarnya.

Urip Hidayat sempat membuat alat pengolahan sampah di tempat yang sama. Hanya waktu itu masih diperuntukan guna menyusutkan sampah untuk keperluan pupuk tanaman.(dyt/ysp/vry)

BACA JUGA:  Ratusan Ikan Sungai Cijengkol Mati, Diduga Pencemaran Limbah Pabrik