Tebing Boyer di Pinggir Waduk Jatiluhur, Calon Destinasi Wisata Favorit

Tebing Boyer
FAVORIT: Beberapa pengunjung Tebing Boyer tampak berfoto di beberapa spot favorit seraya menikmati panorama alam yang indah. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Berdiri kokoh di pinggir Waduk Jatiluhur, keberadaan Tebing Boyer ini semakin dikenal di kalangan anak muda sebagai salah satu destinasi di akhir pekan. Terletak di Desa Tajursindang, Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, tebing ini menawarkan panorama alam Purwakarta yang indah.

Dulu sekitar tahun 1957, tebing ini merupakan bekas penggilingan batu untuk kebutuhan pembangunan Waduk Jatiluhur yang hingga kini masih setia berdiri membendung arus Citarum.

Boleh jadi, Tebing Boyer ini merupakan cikal bakal berdirinya Waduk Jatiluhur yang bernama resmi Bendungan Ir H Djuanda. Menyisakan puing bangunan, kondisinyatampak tak terurus. Namun, kondisi inilah yang menjadi salah satu ciri khasnya.

Baca Juga: Martabak Ningrat, Cita Rasa Pejabat, Harga Merakyat

Bagi yang mau menuju lokasi tersebut, bisa mengambil rute dari Kantor Desa Tajur Sindang. Kira-kira jarak yang harus ditempuh sepanjang dua kilometer saja untuk sampai ke gerbang masuknya. Kebanyakan memilih menggunakan sepeda motor dibandingkan berjalan kaki.

Dari gerbang masuk, pengunjung masih harus menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer. Jalannya berupa setapak yang berliku kombinasi bebatuan dan tanah dengan kontur menanjak. Melelahkan memang, namun saat sampai di Tebing Boyer tersebut, kelelahan pengunjung bakal terbayarkan dengan panorama alam yang indah, bahkan sangat indah.

Menurut, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Tajur Sindang, Pusparini menyebutkan, Tebing Boyer ini memang dahulunya diperuntukkan sebagai penggilingan batu andesit guna pembangunan bendungan Waduk Jatiluhur.

Akan dibuka untuk umum

“Saat ini sedang dilakukan perbaikan akses oleh karang taruna sekitar. Nah, setelah itu akan diresmikan, dibuka untuk umum,” ujarnya di Kantor Desa Tajur Sindang, beberapa waktu lalu.

Tebing Boyer ini, lanjut Puspa tengah ramai diperbincangkan masyarakat dalam beberapa bulan ini lantaran memiliki panorama alam yang sangat indah.

“Kalau dari kami pemerintah desa, mendukung jika Tebing Boyer untuk dijadikan objek wisata. Mungkin nanti bisa bekerjasama untuk pengelolaannya dengan BUMDes. karena ada dana BUMDes tahap tiga untuk lakukan perbaikannya juga,” katanya.

Diketahui, Tebing Boyer ini masuk dalam kawasan yang dimiliki oleh PT Jasa Tirta II, sehingga, sambung Puspa, saat ini karang taruna setempat tengah meminta izin ke PJT untuk dikelola sebagai objek wisata.

“Areanya sih kurang lebih sekitar 4 hektare semua itu. Tapi, kalau tebingnya hanya sekitar 100 meteran,” ucapnya.

Sementara, salah seorang pengunjung, Vanesa (19) mengaku baru pertama kali datang ke Tebing Boyer ini. Dirinya mengetahui lokasi yang indah ini dari media sosial.

“Tempatnya indah banget. Tapi memang butuh energi untuk ke sininya karena jalannya terjal dan cukup ekstrem. Kalau misalkan ingin dijadikan tempat wisata, sebaiknya diperbaiki dulu saja akses jalannya,” kata dia.

Senada disampaikan Indah (18). Dirinya merasakan suasana alam yang asri, nyaman dan sejuk saat berada di atas tebing  ini. “Pas buat foto-foto,” ujarnya.(*)