Transformasi Pendidikan Dasar di Tengah Revolusi Industri 4.0

WEBNAS: Panitia tampak mengecek setiap host webinar nasional untuk menjaga kelancaran proses webinar tersebut. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta menggelar webinar nasional (webnas) dengan Tema Transformasi Pendidikan Dasar pada Masa New Normal di Tengah Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Sebanyak 200 peserta yang merupakan dosen dan mahasiswa PGSD, guru SD, dan penggiat pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia ikut dalam webnas yang digelar secara daring dari Gedung UPI Kampus Purwakarta tersebut, Rabu (14/10).

Hadir sebagai pembicara, Ketua Koordinator Mata Kuliah PGSD/PGMI PGRI Provinsi Jawa Barat Dr Hj Tati Heriati M.Pd, Sekretaris Umum Himpunan Dosen PGSD Indonesia Farid Ahmadi S.Kom, M.Kom, Ph.D, dan Direktur UPI Kampus Purwakarta Prof Turmudi M.Ed, M.Sc, Ph.D.

Wakil Direktur UPI Kampus Purwakarta Idat Muqodas S.Pd, M.Pd mengatakan, webnas ini untuk menjawab tantangan tiga permasalahan. Ketiganya adalah pandemi yang berdampak pada new normal, revolusi industri 4.0 dan society 5.0. “Artinya, ini harus ada aktivitas penyesuaian terhadap pandemi atau new normal, namun di sisi lain juga harus bisa menjawab tantangan revolusi industri,” ujarnya.

Disebutkannya, webnas ini merupakan hasil dari pemikiran dosen PGSD yang didukung dosen prodi lainnya seperti PSTI, Sistel dan PGPAUD tentang bagaimana pengembangan pendidikan ke depannya. “Bagaimana pengaplikasiannya di sekolah dasar. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat tersusun kumpulan pemikiran-pemikiran tentang pengembangan pembelajaran di SD untuk menjawab perkembangan teknologi dan sosial,” kata Idat.

Beberapa hal yang dibahas di antaranya adaptasi teknologi di bidang pendidikan. Termasuk di antaranya metode Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) dan Higher Order Thinking Skill (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi. “STEM dan HOTS ini sudah lama diketahui namun bagaimana pengaplikasiannya pada pembelajaran jarak jauh di masa pandemi dalam tatanan new normal. Hal inilah yang dibahas melalui webnas ini,” ujar Idat.

Lebih lanjut Idat menambahkan, para peserta ini sudah aktif dalam membuat artikel. “Bahkan dari 200 peserta ini nyaris ada 200 artikel yang terkumpul. Di mana artikel tersebut ke depannya akan diaplikasikan pada saat proses pembelajaran jarak jauh,” ucapnya.(add/sep)