Ada Upaya Menjebak Bupati?, Data Rotasi Mutasi Diduga Sudah Bocor

SUBANG-Dalam perkara mafia rotasi mutasi yang kini sudah dilaporkan Polres Subang oleh Bupati H Ruhimat, Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Subang berulang kali menegaskan tidak ada inisial ‘W’ yang diduga sebagai pelaku. Namun, data formasi rotasi mutasi diduga sudah bocor, sehingga dimanfaatkan oknum.

Jika dirunut kronologis kaitan oknum ‘G’, pemilik rekening ‘W’ dan sebagaimana keterangan korban ‘IM’ maka dugaan bocornya informasi rotasi mutasi kian kuat. Sebagaimana diterangkan ‘IM’ dirinya dihubungi oknum ‘G’ pada 31 Agustus bahwa dalam waktu dekat akan ada rotasi mutasi. Lalu ‘G’ pun meminta nomor WhatsApp ‘IM’. Maka obrolan berlanjut via WA.

Apalagi ‘G’ berani menggunakan akun Facebook dengan identitas ‘Kang Jimat’ dan menyebut dirinya ajudan bupati. Hal ini pula yang membuat Bupati Ruhimat marah dan tidak berpikir panjang melaporkan ke Polres Subang, Selasa (15/9).

Bagaimana ‘IM’ tidak yakin bahwa rotasi mutasi akan dilaksanakan, sebab oknum itu memastikan bahwa ‘IM’ akan dimutasi dalam waktu dekat ke salahsatu dinas. Lalu surat undangan pun benar adanya diterima ‘IM’. Secara terbuka ‘IM’ mengaku tidak mau dipindahkan. Kemudian ‘G’ menyanggupi akan melobi ‘bupati’. “abdi nuju sasadu k bp” demikian modus ‘G’ meyakinkan ‘IM’. Tapi bukan tanpa syarat, di hari H rotasi mutasi, pukul 10.00 WIB ‘G’ meminta ‘IM’ mengirimkan uang sebesar Rp10 juta untuk ditransfer ke rekening BCA atas nama “W”.

Jika ‘G’ adalah nama anonim, maka oknum “W” hampir dipastikan nama asli, karena digunakan sebagai identitas kepemilikan akun rekening BCA. Bahkan jika tidak bisa transfer, ‘IM’ diarahkan agar mengantarkan uang ke rumah dinas bupati. Apakah ada upaya penjebakan bupati?

Fakta-fakta itu disebut pengacara Bupati Ruhimat, Jhonson Panjaitaan sebagai bukti kuat untuk ditelusuri oleh penegak hukum. “Bukti-bukti kita sudah kuat. Polisi sekarang juga hebat-hebat, pasti terbongkar,” ungkap Jhonson keluar dari Polres Subang mendampingi Ruhimat.

Sementara Kepala BKPSDM Cecep Supriatin menegaskan inisial ‘W’ pemilik rekening BCA itu tidak ada di lembaga yang ia pimpin. Cecep menegaskan, dirinya sudah komitmen dengan bupati terkait rotasi mutasi nol rupiah.

“Nama W tidak ada di kita. Kami mendukung komitmen dan langkah bupati untuk rotasi mutasi nol rupiah. Sebelum rotasi mutasi kami sudah buat surat edaran agar melapor ke Saber Pungli. Para ASN juga sebaiknya jangan percaya jika ada yang miminta uang rotasi mutasi. Saya sadar, nama saya bisa jadi digunakan. Sebelumnya juga ada,” tandas Cecep.

Sementara pemerhati sosial politik Kaka Suminta meminta penyidik agar melihat faktor lain dari peristiwa tersebut. Sebab pelaporan bupati berkaitan dengan rotasi mutasi. Jika melihat dari kronologi kejadian, bisa jadi ada upaya penjebakan.

“Penyidik harus bekerja ekstra, ini berkaitan dengan rotasi mutasi. Bisa jadi ada faktor lain, misal penjebakan terhadap bupati. Kemungkinan ke situ bisa saja. Maka kinerja penyidik sangat penting,” katanya.

Bahkan Kaka meminta agar korban sekaligus saksi ‘IM’ benar-benar dilindungi. Sebab dia punya peran penting mengungkap kasus ini. Jika perlu kata Kaka, mengajukan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).(red)