Akun Facebook “Kang Jimat” Diduga Di-Hack

Mengaku Ajudan Bupati Chat IM

SUBANG-Misteri dugaan skandal rotasi mutasi di lingkungan Pemda belum terkuak. Dugaan skandal tersebut diawali dari seseorang pengguna facebook dengan nama akun Kang Jimat menghubungi IM, melalui pesan facebook.

Akun Facebook “Kang Jimat” diduga di-hack. Terlihat janggal, akun tersebut menghubungi IM. Mengabarkan perihal rotasi mutasi. Bahkan berani mengatasnamakan ajudan bupati. Sesuatu yang tidak lazim dilakukan.

Peristiwa komunikasi terjadi tanggal 31 Agustus 2020 pukul 18.26. Dalam percakapan di pesan tersebut, seseorang yang menggunakan akun facebook itu tiba-tiba saja bertanya perihal kabar dan mengaku sebagai “Ajudan Bapa”. Ajudan Bapa dimaksud ialah ajudan bupati.

“Damang Bu xxx, Abdi Ajudan Bapa,” begitu seseorang itu menyapa IM.
IM membalas dengan bertanya balik pada tanggal yang sama, pukul 19.04. “Alhamdulilah sehat pa. A xxx (sebuah nama, red) sanes? Tadi bp main bola ya,” jawab IM.
Tak lama, seseorang itu menjawab, “Sanes. Bade aya pertemuan ngabahas rotasi mutasi,” jawabnya.

“Sasih naon pa rotasi mutasi?” tanya IM. “Insya alloh pami cios sasih ieu. Tapi nuju dibahas,” kata seseorang itu.

Setelah itu, seseorang yang menggunakan facebook dengan akun Kang Jimat meminta no WA, dan mengaku sebagai tuan “G”, Ajudan Bupati.

Dalam percakapan melalui media sosial WhatsApp, terungkap ada inisial W. Inisial “W” dalam dugaan skandal rotasi mutasi masih misterius. Dalam percakapan via medsos dengan target korban berinisial IM, “W” adalah pemilik akun rekening BCA.

Maksudnya, agar IM mengirimkan sejumlah uang melalui rekening “W” sebagaimana yang diminta oleh pelaku berinisial “G”.

Kepala BKPSDM, Cecep Supriatin telah melakukan penelusuran sementara untuk mengetahui pemilik nama depan huruf “W”. Hasilnya tidak ditemui inisial ASN namanya berawalan huruf “W” yang bekerja di BKPSDM.

“Kita sudah cek, tidak ada nama inisial W yang dimaksud. Ini modusnya sama dengan sebelumnya. Pasti mengatasnamakan,” kata Cecep, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, IM begitu yakin dengan pelaku yang menghubungi via media sosial itu bahwa akan digelar rotasi mutasi. Komunikasi tersebut dilakukan satu Minggu sebelum rotasi mutasi.

Lalu, IM kembali dihubungi oleh pelaku beberapa jam sebelum pelantikan digelar tanggal 7 September. Untuk menanyakan kesanggupan IM menyerahkan uang sebesar Rp10 juta agar IM tidak dipindahkan.

IM tidak menyerahkan uang yang diminta. Kini fakta yang terjadi, IM digeser dari jabatannya.

Sementara itu, untuk mengungkap pelaku yang menghubungi IM dan juga inisial “W”, Bupati akan melaporkan ke kepolisian.

Sementara itu berdasarkan penelusuran Pasundan Ekspres, akun facebook Kang Jimat memperbahurui foto sampulnya tanggal 24 Maret pukul 23.00. Sementara itu ditemukan akun facebook Haji Ruhimat yang sering kali up load kegiatan resmi H Ruhimat sebagai Bupati Subang.

Bupati Ruhimat sebelumnya mengaku terkejut. Dia marah ada pihak-pihak yang mencatut namanya. Apalagi sampai berani mencatut pula ajudan bupati. “Semua itu sudah dilaporkan ke bupati. Bupati dirugikan. Besok, (hari ini-red) bupati akan melapor ke polisi,” ujar salahsatu tim internal bupati.(tim)