Berkunjung ke Subang, Ini Permintaan Erick Thohir Permintaan Kepada Perusahaan BUMN

YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan kerja ke wilayah Pantura Subang, Sabtu (28/8).

SUBANG-Menteri BUMN Erick Thohir memminta perusahaan BUMN untuk membantu petani agar makin makmur dan naik kelas dengan solusi pertanian. Menteri berharap program Program Makmur yang baru dilaunching dapat membantu mendorong produksi padi dan menaikan kesejahteraan petani.

Menurut Erick, petani akan mendapat bimbingan, mulai dari pupuk dan pengolahan sawah sehingga mampu menaikan produktivitas dan keuntungan petani.

“Saya optimistis, jika para petani kita terus didampingi, difasilitasi, dan didukung ilmu pengetahuan serta teknologi nutrisi pertanian modern, maka petani kita makin makmur,” ungkap Erick Thohir di sela-sela peluncuran Program Makmur di Subang, Sabtu (28/8).

Program Makmur yang sebelumnya bernama Agrosolution ini merupakan solusi pertanian yang menjadi inisiatif PT Pupuk Indonesia (Persero).

Erick mengatakan Program Makmur itu harus memberikan banyak manfaat seperti kenaikan produktivitas pertanian sehingga petani lebih untung, praktek pertanian unggul, dan penggunaan pupuk non subsidi untuk membantu kebutuhan mereka.

“Kita tidak bisa melepas mereka jalan sendiri, sementara kita mengharapkan hasil panen tinggi. Mereka harus ditemani dan dikawal dengan teknologi, sehingga hasil panennya lebih baik dan pendapatannya bisa meningkat,” kata Erick.

Keinginan membesarkan perekonomian petani, sekaligus menjadikan mereka makmur butuh kehadiran aktif pemerintah dan perusahaan BUMN yang bergerak di industri pangan.

Sementara itu, terkait perikanan dan nelayan, Erickmenyebut, keberadaan Kementerian BUMN bersama perusahaan BUMN pun siap hadir untuk memberikan dukungan konkrit agar perjuangan nelayan yang ingin lebih berdaya dan kaya secara ekonomi cepat terwujud.

“Saya mendengar cerita dari pak Dasam, ketua KUD, bagaimana para nelayan di sini tetap melaut dan berjuang di era pandemi. Mereka tak berhenti mencari ikan demi memenuhi kebutuhan kita akan sumber protein penting ini,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Petugas Pemungut PBB Kejar Target

“Jadi sudah sepantasnya, kami dan perusahaan BUMN harus mensupport dan mencari solusi atas problem yang dihadapi. Dengan karakter tangguh para nelayan, saya yakin, mereka butuh pendamping agar lebih berdaya dan kaya,” ujar Erick Thohir ketika mengunjungi KUD Mina Fajar Sidik Blanakan.

Erick mengatakan, nelayan memiliki berbagai problem mulai dari bahan bakar, dana untuk meningkatkan kapasitas kapal agar hasil tangkap bertambah, pengolahan, atau percepatan pembangunan gudang beku.

“Siap dicarikan solusi sehingga mereka merasakan bahwa pemerintah dan BUMN hadir,” tuturnya.(ygi/ysp)