Bupati Subang: SRG Dapat Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

SUBANG-Badan Pengawas Perdagangan Berjangka, Komoditi Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, di Kota Bandung

gelar literasi Kebijakan Sistem Resi Gudang, dengan tema kegiatan “SRG sebagai salah satu instrumen pemulihan ekonomi Nasional di era covid-19.

Bupati Subang turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Sekretaris BAPPEBTI, dalam laporannya menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Subang yang berkenan menjadi narasumber.

“Tujuan SRG adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Sistem Resi Gudang (SRG) berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam membangun perdagangan dan industri yang berbasis sumber daya lokal. Sebab, SRG menawarkan mekanisme terbukanya akses pasar atas tersedianya informasi mengenai ketersediaan, sebaran, mutu dan nilai komoditas,” ungkapnya.

Bupati Subang, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa adanya SRG sangat berguna sekali untuk masyarakat. Perkembangan SRG di Kabupaten Subang hingga tahun 2020, ada 7 yang sudah berizin dan bahkan ada dua gudang swasta yang sedang proses perizinan.

“Pelaksanaan SRG di Kabupaten Subang terkendala di SDM pengelola SRG, sehingga perlu penguatan internal bagi pengelola SRG dan perlu ditanamkan rasa memiliki dan rasa Ikhlas untuk membantu para petani agar petani Sejahtera,” ungkapnya.

Pada masa pandemi covid-19 pemanfaatan SRG oleh para petani sangat signifikan. Hal ini terlihat dari data penyimpanan SRG tahun 2009 yang di posisi nilai resi 7.941.200.000, dan di tahun 2020 nilai resi 8.462.915.000.

Kepala Dinas DKUPP Subang, Dadang Kurnianudin, dalam paparannya menyampaikan selain gabah komoditi yang potensial dikembangkan sebagai komoditi SRG di Kabupaten Subang yaitu kopi.

“Kopi sendiri merupakan komoditas yang berpotensi di Kabupaten Subang, rata-rata produktivitas kopi mencapai 10 ton, dengan 6 ton kopi arabika dan 4 ton kopi robusta, selain gabah dan beras yang ada di gudang SRG Subang,” pungkasnya. (idr/ded)