Buruh dan Rakyat Sepakat Tolak Omnibus Law

YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES HARI KEDUA: Aksi demo dari buruh di Pantura yang menolak diberlakukannya UU Cipta Kerja.

SUBANG-Hari kedua, aksi buruh menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, ratusan buruh melakukan aksi demonstrasi di Kawasan Depan PT Bumi Makmur Perkasa (BMO), Patokbeusi yang dekat dengan perbatasan Kabupaten Karawang.

Meski tak sebanyak hari sebelumnya, ratusan massa yang tergabung dalam serikat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), berunjuk rasa menentang UU Cipta Kerja serta solidaritas terhadap kasus yang dialami PUK FSPMI PT BMP. Aksi demi juga turut dihadiri gabungan PUK FSPMI PT. PPN, PT. Krevis, dan PT. Pungkook.

Salah satu perwakilan aksi massa Muharso mengatakan, turunnya kembali buruh di wilayah Pantura, masih dalam rangka aksi menolak UU Cipta Kerja yang dinilai banyak merugikan kaum buruh. Bahkan tak hanya soal buruh, UU Cipta Kerja ini menyangkut berbagai macam hal seperti soal izin lingkungan.

“Ini masih dalam rangkaian seperti aksi kemarin, bahkan sebelumnya saat masih pembahasan. Kami kaum buruh bahkan saat ini bersama petani, nelayan dan pekerja dari profesi lain sempat beberapa kali melaksanakan aksi di DPRD Subang, suaranya masih sama menolak Omnibus Law ini,” ungkapnya