Dampak Social Distancing dan Larangan Mudik, Pengguna Tol Cipali Turun 50 Persen

LENGANG: Suasana Tol Cipali dalam massa penanganan pandemi Covid-19 menurun hingga 50 persen. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Dampak social distancing, pengguna jasa Tol Cipali menurun hingga 40-50 persen. Bahkan dengan anjuran “Jangan Mudik” bisa dipastikan penguna jalan Tol Cipali akan sepi.

General Manager Operational PT Lintas Marga Sedaya Tol Cipali Suyitno mengatakan, untuk saat ini volume kendaraan dimana pengguna jasa tol cipali terihat menurun signifikan. Penurunan tersebut diestimasikan antara 40-50 persen. Hal tersebut terjadi sejak dua minggu terakhir, dimana Covid-19 menjadi buah bibir dan terjadi lonjakan diberbagai daerah.

“Estimasi penurunan 40-50 persen. Penurunan dikarenakan faktor pembatasan aktivitas (social distancing) untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Pengguna jasa tol yang aktif, kini menjadi tidak aktif dan tidak berpergian,” katanya.

Mengenai mudik Lebaran, Suyitno memparkan, biasanya sekitar 60.000 kendaraan per hari melintas pada musim mudik lebaran. Diperkirkan juga untuk musim mudik kali ini tidak akan terjadi seperti musim mudik lebaran tahun 2019. “Sudah adanya anjuran pemerintah Jangan Mudik,” katanya.

Walaupun menurun, Suyitno menuturkan, pihaknya memberlakukan protokol kesehatan di rest area Tol Cipali. “Seperti diakukan penyemprotan disinfektan, disiapkan hand sanitizer dan juga pyschal distancing,” tuturnya.

Sementara itu penguna jasa tol Cipali Yunus (40) mengatakan, diriinya tidak mudik ke daerah Jawa Tengah karena adanya anjuran dari pemerintah. “Biasanya gunakan Tol Cipali di H-4. Tapi sepertinya tahun sekarang tidak mudik,” tandasnya.(ygo/vry)