Empat Perusahaan Ikut Lelang Mal Pujasera, Butuh Anggaran Rp800 Miliar

YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES PENJELASAN: Ketua Tim seleksi Mal Pujasera Subang Iwan Kurniawan Kusnadi menjelaskan lelang.

SUBANG-Pusat jajanan serba ada (Pujasera) yang akan disulap menjadi trade centre, mal dan lainya. Hingga saat ini, dikabarkan sudah ada empat perusahaan yang mendaftarkan diri dalam lelang pembangunan tersebut. Prediksi pembangunan mal Pujasera, akan memakan biaya sekitar Rp800 miliar.

Tim seleksi Mal Pujasera yang sudah menerima dokumen peserta, sedang melakukan verifikasi secara sistem. Empat perusahaan tersebut ke semuanya berasal dari luar daerah Kabupaten Subang.

Ketua tim seleksi Mal Pujasera Iwan Kurniawan Kusnadi mengatakan, untuk pembangunan Mal Pujasera sedang dalam progres. Peserta yang ikut dalam pelelangan tersebut ada empat perusahaan, yang sudah mendaftarkan diri dan hanya tinggal menunggu untuk pengumuman pemenang lelang. “Empat perusahaan yang sudah daftar dan terdata by system,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Iwan, sudah memasuki proses evaluasi dokumen administrasi kualifikasi dan rencananya akan diumumkan pada tanggal 28 September 2020, melalui Subang.go.id “Nantinya akan diumumkan pada tanggal 28 September 2020,” ungkapnya.

Dijelaskan Iwan, empat perusahaan tersebut antara lain PT Ganesh, PT Laksana, PT Tri Citra dan PT Subang Mega MaL. Empat perusahaan tersebut, berasal dari luar Kabupaten Subang seperti dari Bekasi, Bogor dan Bandung adapun untuk tahapan kualifikasi para peserta lulus. Tahapan selanjutnya, akan mengikuti pembukaan dokumen evaluasi penawaran teknis. “Jika para peserta lulus maka masuk dalam tahapan selanjutnya, yaitu pembukaan dokumen evaluasi penawaran teknis,” katanya.

Mengenai biaya konstruksi, Iwan menuturkan, menurut Fisibility Study (FS) yaitu pihak konsultan menelan biaya Rp800 miliar, karena akan dibangun Hotel, MaL, Trade Centre dan lainnya. Sementara dari pihak perbankan, juga menyatakan empat perusahaan yang mengikuti lelang pengerjaan tersebut masing-masing memiliki dana Rp500 miliar dalam rekeningnya. “Kalau dari perhitungan konsultan akan menelan biaya sekitar Rp800 miliaran,” tuturnya.

Iwan menjadwalkan pengusulan pemenang lelang MaL Pujasera tanggal 9 November 2020. Jadwal target pembangunan konstruksi diharapkan di Bulan Januari 2021. “Harapan kita, tahun awal bulan Januari 2021 bisa berjalan,” katanya.

Kepala Bidang Pasar DKUPP Kabupaten Subang Junaidi mengatakan, sejauh ini sudah melakuan sosialisasi kepada para pedagang pasar yang saat ini ada di Pujasera. Diyakini dengan adanya pembangunan MAL Pujasera bisa mengakomodir pedagang yang saat ini berdagang di Pujasera. “Sudah kita sosiaiasikan,” katanya.

Sementara itu, pedagang basahan Pujasera Subang Ratmo (44) mengatakan, kalau akan disulapnya Pujasera menjadi bangunan yang moderen, diharapkan Pemerintah Kabupaten Subang tidak menganaktirikan pedagang yang sudah ada dan harus mengakomdir. “Jangan sampai, nasibnya seperti Pasar Terminal Baru Subang, dimana para pedagangnya tidak mau berdagang di sana,” ujarnya.(ygo/vry)