Gak Perlu Lagi Gali Sumur, Mesin Ini Bisa Hasilkan Air Dari Udara

SUBANG-Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan, dan penyerahan bantuan mesin automatic sterilizer chaber, atmospheric water generator TAS 50 dan TAS 20 pada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, beberapa waktu lalu.

Diterima langsung oleh Wakil Bupati Subang Agus Masykur, kunjungan Rektor UPI berlangsung di ruang rapat segitiga rumah dinas Bupati Subang.

Selain bekerjasama dalam bidang pendidikan, salah satu kampus ternama di Jawa Barat itu mengenalkan salah satu karya mahasiswa-mahasiswinya dalam menciptakan mesin air minum.

Mesin yang diberi nama Atmosferik Water Generator itu dapat menghasilkan air layaknya dispenser namun tanpa harus ada galon.

Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A memaparkan bahwa mesin yang Bernama Atmosferik Water Generator ini karya Universitas Pendidikan Indonesia( UPI) Bandung belum diproduksi massal.

“Dalam kata yang lebih mudah, produk ini adalah dispenser udara,” ungkapnya.

‎Atmosferik Water Generator tersebut merupakan dispenser elektrik tanpa perlu menambahkan air galon. Oksigen yang ada di sekitar mesin tersebut juga menghasilkan air yang cukup banyak

“Mesin Atmosferik Water Generator ini dalam sehari mampu menghasilkan sedikitnya 20 sampai 50 liter per-harinya.
Itu tergantung kadar PH udara pada saat itu. Bila kadar PH-nya bagus, maka air yang dihasilkannya juga banyak,” tambahnya.

Mesin yang mirip dengan cara kerja AC ini, juga memiliki sensor khusus, sehingga tidak ada tombol‎ manual. Yang ada adalah simbol sensorik berupa tulisan on-off.

“Siapapun yang mau minum, hanya tinggal menadahkan gelas, sensorik akan langsung merespon dan mengucurkan air bening tak berbau, tidak berasa dan jernih, juga dingin, serasa mengambil air minum dalam lemari es,”tambahnya lagi.

Cara kerja mesin Atmosferik Water Genearator tersebut hampir sama dengan cara kerja mesin AC. Bedanya, penyaringannya lebih khusus, yakni mempunyai lima filter udara, yang bisa memfilter virus, yang ukurannya paling kecil sekalipun.

Mesin buatan UPI tersebut belum dipasarkan secara massal. Baru selesai uji coba dan hanya beberapa daerah saja di Jawa Barat yang sudah diberikan bantuan alat mesin tersebut.

Kang Akur sapaan akrab Wakil Bupati Agus Masykur mengucapkan terima kasih kepada UPI Bandung, karena telah memberikan alat-alat yang bermanfaat. Terutama mesin yang bisa menghasilkan air minum, tanpa harus membeli galon atau isi ulang galon yang merupakan inovasi terobosan baru di bidang teknologi.

“Teknologi atmospheric water generator merupakan inovasi dari UPI yang diharapka dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, ternyata dari udarapun kita dapat mendapatkan air yang siap untuk dikonsumsi,” ungkap Wabup.

Wabup berharap jika pertemuam tersebut semoga semakin menambah sinergitas hubungan antara Pemda Subang dengan UPI dalam bidang akademisi.

Selain memberikan bantuan alat tersebut, Kunjungan Rektor UPI membahas tentang rencana membuka kampus baru di Subang dalam menunjang pendidikan di Jawa Barat.(idr/ded)