Gropyokan Tikus Amankan Perkembangan Padi

GROPYOKAN: Kepala Desa Gempol Mayo Sumaryo bersama Petani saat melakukan kegiatan geropyokan tikus. Gerakan tersebut guna menekan angka populasi tikus di area pertanian. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PUSAKANAGARA-Petani di Desa Gempol terus lakukan kegiatan gropyokan tikus untuk menjaga produktivitas padi agar tidak terserang hama tikus. Kegiatan ini rutin dilakukan bersama dengan aparatur Desa Gempol serta Penyuluh Pertanian.

Kepala Desa Gempol Mayo Sumaryo mengatakan, kegiatan gotong royong dilakukan karena umur padi sudah semakin tumbuh kembang.

Namun dengan hama tikus yang terbilang tinggi, upaya itu dilakukan untuk mengendalikan hama tikus yang merajalela.

“Ini sudah dijadwalkan rutin, kita sama-sama basmi hama tikus agar tidak menyerang area pesawahan disini,” kata Mayo pada Pasundan EKspres.

Mayo mengatakan, setelah pada minggu lalu dilakukan di Kampung Gempol Timur, saat ini gropyokan dilakukan di Kampung Gempol Barat. Menurutnya hal itu dilakukan untuk terus menutup lubang-lubang tikus dan membasmi hama tikus di wilayah Gempol.

“Dengan peralatan tradisional, kegiatan ini dilakukan secara berpindah-pindah, tidak disatu lokasi,” bebernya.

Sementara itu, Koordinator penyuluh BPP Pusakanagara Ahmad Solehudin SP mengatakan, saat ini usia tanaman rata-rata berkisar 30 HST (hari setelah tanam). Luas baku di Gempol sendiri berjumlah 322 Ha. Namun saat ini ada pengurangan sekitar 5 hektare karena terdampak pembebasan untuk akses jalan.

“Ada pengurangan di Blok Garda 4 Ha dan di Blok Pintu 1 Ha, digunakan oleh Access Road Pelabuhan Patimban, jadi tinggal 317 ha,” kata Ahmad.

Untuk kondisi tanaman sendiri, ada sebagian padi yang terkena penggerek. Namun hal itu masih dibawah ambang batas serta dapat dikendalikan.

“Kalau hama tikus di sebagian tempat memang ada dan masih ada upaya untuk dikendalikan. Bahkan rencananya per desa ada pembagian omposan 3 unit serta belerang,” bebernya.(ygi/dan)

BACA JUGA:  Bupati Bandung Barat Ajak Milenial jadi Petani