Ingin Pertahankan Lumbung Pangan

Bupati Karawang Cellica saat menghadiri acara keagamaan bersama ulama.

Komitmen Kuat Pemkab terhadap Indentitas Daerah

KARAWANG-Perkembangan Kabupaten Karawang, khususnya di dunia industri, tidak menghalangi pemerintah daerah untuk tetap mempertahankan predikat sebagai daerah lumbung pangan Indonesia.

Dua potensi tersebut hingga HUT Karawang ke-385 kali ini, tetap bisa saling mengisi satu sama lain. Hal itu tercipta berkat adanya komitmen kuat dari pengelola pemerintahan agar Karawang tidak kehilangan indentitas, khususnya predikat sebagai daerah lumbung pangan nasional.

“Di tengah desakan sektor industri, ada 97 ribu hektare lahan pertanian teknis yang harus kami pertahankan keberadaannya. Itu bukan pekerjaan gampang. Butuh komitmen dan kerja sama yang kuat dari berbagaI eleman masyarakat,” ujar Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana.

Menurutnya, pertumbuhan industri tidak bisa dihindari. Tetapi lahan pertanian pun tidak boleh punah. Apa artinya teknologi, jika masyarakat kekurangan pangan. Filosopi itu yang membuat Cellica bertekad untuk menjaga lahan pertanian yang masih tersisa.

Dikatakan Cellica, Kabupaten Karawang saat ini sudah memiliki Peraturan Daerah tentang LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan). Di dalam Perda tersebut disebutkan ada 87 ribu hektare sawah yang tidak boleh berubah fungsi untuk keperluaan apapun. Sisanya ditoleransi dapat berubah untuk kepentingan pemukiman penduduk.

Menurut Cellica, kebutuhan pemukiman adalah suatu hal yang tidak bisa ditawar. Lambat laun, masyarakat akan memakai lahan pertanian untuk dijadikan rumah. Namun, angka penggunaan lahan pertanian tersebut akan ditekan sekecil mungkin melalui berbagai kebijakan.

“Pengembang perumahan jelas dilarang menggunakan lahan pertanian untuk dijadikan properti. Bahkan, pada titik-titik tertentu mereka wajib membangun pemukiman vertikal guna meminimalisasi penggunaan lahan,” jelas Cellica.

Melalui berbagai kebijakan itu, lanjut Cellica, dirinya yakin Perda LP2B bisa dilaksanakan secara optimal. Lebih dari itu, julukan Karawang sebagai daerah lumbung pangan bakal terpertahankan.
Menurut Cellica, dari puluhan ribu hektare lahan pertanian yang masih ada, produktivitas padi dari Karawang saat ini mencapai 1,3 juta ton gabah kering panen (GKP) per tahun. Hasil penen sebanyak itu berkontribusi bagi kebutuhan pangan di Jawa Barat sebanyak 10 % dan kebutuhan pangan nasional 17,4 %.

BACA JUGA:  Ating: Harus Menjaga Marwah Korpri

“Hingga saat ini kontribusi pangan dari Karawang bagi kebutuhan nasional masih sangat pontensial. Kalau lahan pertanian itu musnah, dari mana dapat penggantinya,” kata Cellica.
Ia menambahkan, hingga sekarang lahan pertanian itu masih bisa terjaga. Desakan industri yang begitu kuat tidak sampai menggangu lahan pertanian. Kunci dari semua itu adalah penataan ruang wilayah yang dilakukan Pemkab Karawang cukup rapi.

“Kami menyiapkan ruang untuk kawasan industri di Karawang Selatan dan sebagian di wilayah Cikampek. Lokasi untuk kawasan industri itu sebelumnya merupakan lahan marginal. Sementara lahan pertanian teknis sejak dahulu berada di wilayah Karawang Utara,” beber Cellica.

Sekat yang memisahkan daerah industri dengan areal pertanian adalah jalan tol Jakarta-Cikampek. Di sebelah selatan tol itu, terdapat sejumlah kawasan industri berskala besar seperti Karawang International Industrial Citty (KIIC), Kawasan Industri Mitra (KIM), dan Kawasan Idustri Surya Cipta. Sementara di wilayah Cikampek ada Kawasan Industri Kujang Cikampe (KIKC), dan Kawasan Industri Indo Taisai.

Di dalam lima kawasan industri tersebut terdapat ribuan pabrik yang bergerak diberbagai sektor. “Dengan pembagian pola ruang seperti itu, kehadiran industri yang begitu pesat tidak begitu mengganggu lahan pertanian,” kata Cellica menegaskan.
Apalagi, lanjutnya, saat ini Pemkab Karawang melarang industri dibangun di dekat kawasan pemukiman, kendati lokasinya merupakan zona industri. Semua pabrik kini digiring masuk ke kawasan industri.

“Dengan cara itu, dua predikat untuk Kabupaten Karawang yang sebenarnya saling berseberangan tetap bisa dipertahankan,” pungkasnya. (use/din)