Kapolsek Pusakanagara Pastikan Tidak Ada Penyapu Uang di Jembatan Sewo

SOSIALISASI: Muspika Kecamatan Pusakanagara Subang bersama Muspika Kecamatan Sukra Indramayu, saat sosialisasi penertiban kegiatan penyapu uang di Jembatan Sewo, saat arus mudik dan balik tahun 2019. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Bahayakan Pemudik dan Warga

PUSAKAJAYA-Persiapan pengamanan arus mudik Muspika Lintas Kabupaten bertemu laksanakan koordinasi di Jalur Pantura perbatasan Subang dan Indramayu. Pertemuan tersebut dihadiri Camat Pusakajaya, Kaplosek Pusakanagara, Danramil Pusakanagara, Kepala Desa Karanganyar Camat Sukra Kabupaten Indramyu, Kapolsek Patrol, Kepala Desa Sukra serta warga penyapu Jembatan Sewo perbatasan antara Subang dengan Indramayu.

Seperti diketahui, jelang musim mudik warga disekitar Jembatan Sewo banyak ditemukan warga dari Karanganyar (Subang) maupun Patrol dan Sukra (Indramayu) menjadi penyapu uang koin maupun kertas yang dilemparkan pengendara ataupun pemudik.

Kondisi tersebut menyebabkan lalu lintas arus mudik sedikit tersendat. Namun lebih jauh faktor keselamatan bagi pemudik juga warga sekitar juga jadi perhatian.

Kapolsek Pusakanagara Kompol Undang Sudrajat mengatakan, pihak kepolisian menghimbau serta menegaskan H-7 serta H+7 Lebaran tidak ada warga penyapu.

“Mohon untuk disampaikan kepada semua warga penyapu, mohon maaf kami bukan menutup jalan rezeki warga penyapu. Namun percayalah masih banyak jalan rezeki dari kerjaan yang lain,” ucap Kompol Undang Sudrajat di Aula Desa Karanganyar, kemarin (3/5).

Namun untuk operasi kemanusiaan, kenyamanan dan keselamatan arus mudik dan balik tahun ini. Pihaknya memohon keikhlasan dan keridhoan dari warga penyapu agar tidak ada kegiatan menyapu, di sekitar Jembatan Sewo.

Kapolsek Patrol Kompol H. Mashudi juga menuturkan, warga penyapu agar menyadari pentingnya keselamatan baik bagi pengguna jalan serta bagi warga penyapu itu sendiri. “Kami sama dengan Kapolsek Pusakanagara, juga menegaskan dan harapan kami H-7 dan H+7 Lebaran tidak ada warga penyapu,” terangnya.

Sementara itu, Camat Pusakajaya H. Toni menyampaikan hal serupa. Musim mudik lebaran serta arus balik ini harus dipahami, untuk saling menjaga keamanan dan keselamatan berkendara. “Saya mohon dan mengimbau agar warga disekitar Jembatan Sewo tidak melakukan kegiatan menyapu (uang) di jembatan,” tandasnya.

BACA JUGA:  Polres Purwakarta Maraton Sosisalisasi P4GN

Sementara itu Dodo Warga Dusun Sewo Desa Karanganyar menjelaskan, secara historis Jembatan Sewo. Ia juga berharap pada aparat terkait agar bisa lebih dekat dengan warga di sekitar Jembatan Sewo dan turun ke lapangan.

“Yang menjadi bingung adalah kenapa para pemudik melempar uang, pada saat melewati Jembatan Sewo, Tapi kami juga mohon agar aparat lebih dekat dengan warga sekitar Jembatan Sewo untuk sosialisasi langsung,” jelasnya.

Danramil Pusakanagara Kapten Maali juga meminta warga penyapu untuk rela dan meniadakan kegiatan demi kenyamanan lalu lintas saat arus mudik dan rus balik tahun 2019. “Mohon kiranya untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan, agar tidak ada kegiatan menyapu uang,” terangnya.

Rapat tersebut dilaksanakan dalam rangka Koordinasi Persiapan Pengamanan Arus Mudik dan Arus Balik Ops Ketupat Tahun 2019, dengan memberikan himbauan kepada para penyapu di Jembatan Sewo agar H-7 dan H-7, kegiatan ditiadakan (Zero Penyapu Jembatan Sewo).

Sebab, kegiatan menyapu pada saat Ops Ketupat Lodaya Tahun 2019, dapat mengganggu kamtibmas Lantas baik bagi pengguna jalan yang sedang Arus Mudik dan Arus balik, dan keselamatan para penyapu.

Nanti pada saatnya hari H, Polri akan langsung turun dan kembali menghimbau serta turun langsung ke lapangan. Selain itu, aparat juga akan membuat banner/spanduk himbauan, agar para pengguna jalan tidak melempar uang. Dilanjutkan dengan sosialisasi kepada warga penyapu di lokasi Jembatan Sewo agar H-7 dan H+7 tidak ada kegiatan menyapu. (ygi/dan)