Mantan Bupati dan Sekda Kabupaten Purwakarta Terseret Kasus Mamin

ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES JEMPUT TERPIDANA. Kejaksaan Negeri Purwakarta saat menjemput terpidana korupsi kasus makan minum.

PURWAKARTA-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Purwakarta, melakukan eksekusi terhadap satu orang terpidana kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) anggaran makan dan minum (Mamin) Pemerintah Kabupaten Purwakarta tahun 2006 mencapai Rp12,5 miliar, Kamis (2/12).

Eksekusi dipimpin langsung Kasi Pidsus Kejari Purwakarta Abdu Mikail SH., beserta Kasi Intel Onneri Khairoza, SH,. MH., menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor:1.K/PID.SUS/2011 tertanggal 27 April 2011.

BACA JUGA: Lima Ide Bisnis Online untuk Pelajar yang Mudah dan Praktis

Putusan Mahkamah Agung tersebut membatalkan putusan Pengadilan Negeri Purwakarta Nomor:115/Pid./B/2010/PN.Pwk tertanggal 7 Oktober 2010.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta (Kajari) Purwakarta Yulitaria, SH., MH., melalui Kasi Intel Onneri Khairoza, SH., MH.

“Benar, hari ini kita melakukan eksekusi atau penjemputan seorang terpidana korupsi anggaran mamin Pemerintah Kabupaten Purwakarta tahun 2006 yang dilakukan oleh tim eksekutor yang dipimpin langsung Kasi Pidsus dan Kasi Intel,” ucap Onneri.

BACA JUGA: Sakit Perut Usai Seks? Ini Penyebabnya

Onneri mengatakan, terpidana korupsi tersebut bernama Siti Yulia Farida (64), pemilik sebuah perusahaan katering di Purwakarta. Yang bersangkutan dijemput di rumahnya di Gang Tanjung III, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta.

Onneri menjelaskan, kasus dugaan korupsi anggaran mamin di lingkungan Pemkab Purwakarta itu terungkap dari hasil laporan BPK RI Perwakilan Jabar yang melakukan audit pada tahun 2007.

Dalam audit yang terangkum dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI itu menemukan adanya kejanggalan dimana jamuan makan dan minum sekitar Rp11,8 miliar tersebut yang dituangkan dalam bentuk kwitansi dari sebuah katering milik Siti diperoleh pengakuan kalau tagihan dari katering itu sebenarnya hanya Rp944 juta.