Mayat Pria Gantung Diri Akhirnya Dimakamkan

EVAKUASI: Proses evakuasi pria gantung diri yang dilakukan dengan protap penanganan Covid-19, dimana Tim Medis dan Tim Inafis menggunakan seragam APD lengkap. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Sempat Miss Koordinasi Penanganan

SUBANG-Setelah sempat bingung dan ada miss koordinasi, pria yang gantung diri di pemakaman kebonsari Desa Sukareja Kecamatan Pamanukan akhirnya dimakamkan di TPU Kebonsari Sukareja, tak jauh dari lokasi awal ditemukanya pria tersebut.

Kapolsek Pamanukan Kompol Dadang Cahyadiawan menuturkan, berdasarkan hasil visum luar oleh dokter Puskesmas Pamanukan serta Tim Inafis Polres Subang, tidak ditemukan tanda-tanda penganiyaan. “Setelah diperiksa, yang kita temukan sama seperti kejadian yang terlihat seperti bekas dileher, lidah menjulur, tanda-tanda di anus, jadi ini dapat dikatakan memang gantung diri,” kata Kapolsek Kompol Dadang Cahyadiawan.

Adapun, pemakaman dengan protap Covid-19 dilakukan untuk dasar kehati-hatian dimana, identitas korban belum diketahui dan hanya ada jejak handphone dan motor dengan nomor polisi Jakarta. “Sampai sekarang belum ditemukan identitasnya, masih terus kita lakukan penyelidikan juga menyebarkan informasi, barangkali ada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya,” tambah Kompol Dadang.

Sebelumnya, kasus pria gantung diri di pemakaman di Pamanukan masih menyimpan tanya. Setelah proses evakuasi dilakukan dengan prosedur penanganan Covid-19. Pria tanpa identitas tersebut berpakaian baju oranye, celana pendek berwarna coklat dan badan agak subur.

Proses evakuasi pria yang ditemukan gantung diri tersebut terbilang lama. Dari mulai geger Selasa (28/4) pukul 03.00 WIB di media sosial serta berbagai grup WhatsApp, baru sekitar pukul 08.30 WIB dilakukan evakuasi.

Protap evakuasi Covid-19 dilakukan karena ditemukan satu unit motor berplat nomor Jakarta yakni B 4236 FKI, daerah dari zona merah, yang membuat proses evakuasi penuh kehati-hatian dan menggunakan protap Penanganan Covid-19.

Adapun awal mula penemuan mayat berdasarkan laporan warga sekitar pukul 02.30 WIB. “Bersama TNI dan Polri, saat mengecek ke TKP, korban sudah dalam posisi tergantung di sebuah pohon dengan seutas tali. kami belum dapat memastikan apakah ini gantung diri atau ada unsur penganiayaan,” ucapnya.

lakukan sterilisasi di area sekitar maupun pada tubuh  korban

Saat proses evakuasi, terlebih dahulu tim medis maupun tim inafis Polres Subang melakukan sterilisasi baik di area sekitar maupun pada tubuh dan motor korban gantung diri.

Perdebatan dan ketegangan terjadi manakala, hendak diputuskan mau dibawa kemana mayat pria tersebut. Sesuai protap dari kepolisian yang telah melakukan penyelidikan dan cek TKP, kewenangan untuk pemeriksaan lebih lanjut masih tanda tanya. Sebab, Muspika yang hendak membawa mayat ke RSUD Ciereng diminta untuk berkoordinasi dengan pihak RSUD Ciereng. Sebab, dari informasi yang ada dilapangan, RSUD Ciereng tidak akan menerima pasien termasuk yang terindikasi Covid-19 bila tak ada koordinasi sebelumnya.

Namun di sisi lain, jika mayat di bawa ke Puskesmas, pihak terkait juga tak ingin nantinya menjadi Boomerang kesalahan protap yang mana bukan peruntukanya dalam penanganan Covid-19 dilakukan di Puskesmas.

Termasuk opsi pemulasaraan dan penguburan jenazah juga sempat mengemuka. Pun halnya, dengan tak ada jawaban pasti dari ototritas terkait di Subang terkait arahan dari keberlanjutan penanganan tersebut. Perdebatan dan koordinasi dilapangan dalam pantauan Pasundan Ekspres menjadi PR bagi instansi terkait. Termasuk soal adanya informasi sulitnya koordinasi dengan RSUD Ciereng.(ygi/sep)