Novi Kunjungi Warga Terdampak Banjir, Serap Aspirasi dan Solusi

SOLUSI: caleg partai Nasdem Novi Sobariah saat bersama warga Kampung Dukun Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan, yang kerap dilanda banjir. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PAMANUKAN-Caleg DPRD Kabupaten Subang, dari Partai Nasdem Novi Sobariah mengunjungi Kampung Dukun Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan, yang terendam air hingga betis orang dewasa, pada Rabu malam (23/1).

Kedatangan Novi ke wilayah tersebut untuk mendengarkan keluhan serta aspirasi warga Kampung Dukun, yang kerap dilanda banjir, saat musim hujan tiba.

Novi menuturkan bahwa kedatanganya untuk mencari tahu akar masalah, permasalahan banjir di Kampung Dukun Desa Mulyasari yang sering terendam banjir ketika hujan lebat.
“Saya mendapat telepon dari tim, disini sering banjir, kita coba datang dan dengarkan apa masalahnya, karena masyarakat lebih tahu kondisi dilapangan sekaligus kroscek,”jelas Novi.

Novi menuturkan, setelah melakukan dialog bersama dengan warga kampung Dukun, salah satu permasalahan yang diinventarisir adalah kondisi Kali Cigadung, yang harus segera ditangani dan dinormalisasi, pintu air yang tidak berfungsi serta permasalahan sampah.

“Setelah dialog kita inventarisi masalahnya, kita juga nanti akan kroscek ke lapangan langsung, yang jelas informasi awal sudah disampaikan masyarakat, InsyaAllah jika diizinkan akan kita tindak lanjuti,” ucap Novi.

Sementara itu, warga setempat Ade Hasan menyampaikan, jika yang menjadi permasalahan adalah Kali Cigadung, yang saat ini kondisinya semakin dangkal, serta tanggul yang rendah. Di sekitar kampung Dukun sendiri aliran normalisasi belum dapat dilakukan normalisasi, oleh alat berat karena tidak ada akses.

“Pernah dilakukan normalisasi tapi disana ga bisa pakai alat berat karena ada rumah-rumah warga, jadi dinormalisasi secara manual,” ungkap Ade Hasan.

Untuk itu Ade serta warga Kampung Dukun lainnya, berharap Pemerintah Kabupaten Subang, bisa segera turun untuk menangani permasalahan banjir yang kerap terjadi disini. Sebab musim hujan yang intensitasnya semakin tinggi, dikhawatirkan akan kembali merendam permukiman di beberapa kampung di Desa Mulyasari tersebut.(ygi/dan)