Pembebasan Lahan Waduk Sadawarna Dipertanyakan

Pusat pelayanan Kantor Desa Sadawarna.

Pembangunan Sudah Berlangsung

CIBOGO-Masyarakat Desa Sadawarna yang terdampak pembangunan Waduk Sadawarna mempertanyakan pembebasan lahan yang sampai hari ini, Kamis (27/2) belum juga dilaksanakan. Padahal, menurut salah seorang warga Rudiana (47) menyebutkan pembangunan Waduk Sadawarna sedang berlangsung.

Dia mengungkan nyaris seluruh warga terdampak pembangunan Waduk di Sawarna, sampai saat ini belum mendapat kepastian kapan akan berjalanannya pembebasan lahan.
“Tahun lalu ada beberapa petugas yang mengukur-ukur, tapi sampai sekarang kami masih belum mendapati kepastian kapan pembebasan lahannya, padahal pembangunan sudah berjalan,” ungkapnya.

Senada dengan pengakuan Rudiana, Warga yang lain, Sukesih (56) juga menyampaikan hal yang sama. Dia berharap pembebasan lahan bisa segera dilangsungkan, sebab dia merasa ketakutan jika sudah mulai pembangunan, namu belum ada kejelasan terkait pembebasan lahan tersebut.

“Ya sampai sekarang belum, kalau saya kan awam pak, orang kampung, takut saja tiba-tiba sudah jadi bendungan, kebun saya sudah terendam, kan bagaimana, ke siapa saya laporan, bingung kan pak,” jelasnya.

Pembangunan bendungan sedang berlangsung

Pantauan Pasundan Ekspres di lokasi pembangunan waduk sadawarna tersebut, beberapa alat berat terlihat melakukan aktivitas di area situ.

Pada bagian yang lain, plang pengumuman besar terpajang dengan tulisan berbunyi “lahan relokasi pemukiman penduduk terdampak pembangunan bendungan”.

Saat dimintai keterangan ke pihak Desa Sadawarna, melalui Kasie Pemerintahannya, Sopyan menjelaskan bahwa pembangunan bendungan sedang berlangsung, tepatnya di lahan milik PT Dahana. Namun belun masuk pada lahan pemukiman milik masyarakat.

“Betul, itu baru di lahan milik PT Dahana, kalau pembangunan di lahan milik masyarakat itu belum, ke desa saja masyarakat banyak yang nanya. Ya kami dari Pemdes juga tidak bisa memastikan kapan sebab itu pekerjaan pusat dari kementrian PUPR, desa tidak tahu menahu,” ungkapnya.

Dia meyakinkan jika kemungkinan pembangunan akan bergerak menuju ke lahan masyarakat pasti ada pemberitahuan ke desa, terutama terkait pembebasan lahannya. Namun hingga saat ini belum ada pembicaraan terkait itu. “Pasti nanti juga ada pemberitahuan ke desa, ditunggu saja. Karena setahu saya saat ini belum sampai ke pemukiman masyarakat,” pungkasnya.(idr/sep)