Rumah di Tiga Desa Roboh Diterjang Hujan Angin

BERSIHKAN PUING-PUING: Salah satu rumah roboh, diterjang angin kencang di Cikaum, milik Carmin, sedang ditanggulangi oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Subang, Tagana, dan aparatur pemerintahan setempat. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu (30/11) kemarin merobohkan beberapa rumah warga Subang bagian Barat. Dari data BPBD Subang, rumah yang roboh diantaranya adalah rumah milik Carmin warga di Dusun Babakan Tongkang RT 12/03 Tanjungkerta Barat, Desa Gandasari, Kecamatan Cikaum. Beberapa rumah di RT 07/02 Desa Cisampih, Kecamatan Dawuan, diantaranya milik Maskum (35 th) 1 kk 4 jiwa, Juran (35 th) 1 kk 4 jiwa, Hari (65 th) 1 kk 5 jiwa, Ruhdi (50 th) 1 kk 4 jiwa, dan satu buah sarana umum Masjid Al-Barokah. Juga di Dusun Sindangsari RT 30/09, Desa Kalijati Barat, Kecamatan Kalijati Subang. Rumah milik Doni (30).

Beberapa rumah dan sarana umum tersebut rusak berat dan ringan, disapu angin kencang, sebagian ada jugayang tertimpa pohon. Tidak itu saja, genteng rumah juga berterbangan diterjang angin.

Mewakili Kepala BPBD Subang Hidayat, Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Subang Yuli Merdekawati mengatakan, aparatur di tingkat RT juga RW dan masyarakat secara umum lebih proaktif menditeksi, dan melaporkan pada BPBD jika ada gejala-gejala seperti longsor, banjir, dan sebagainya, sebagai upaya pencegahan. Menurutnya, paradigma penanggulangan bencana hari ini sudah mengalami peralihan, sesuai amanat UU No 24 tahun 2007, dari penanggulangan bencana menjadi kajian pengurangan resiko bencana.

“Tim gabungan dari BPBD Subang dipimpin oleh kasi kedaruratan Pa Darmono Indra, Tagana dan Ganas Madu di beberapa desa yang terdampak angin kencang kompakan untuk selalu siap sedia menanggulangi. Kita juga membagi-bagi tim, karena kebetulan yang terdampak angin kencang tidak hanya di satu titik saja,” jelasnya.

Beruntung dalam musibah angin kencang Sabtu lalu tidak menelan korban jiwa, kerugian materi dialami oleh beberapa korban akibat rumah yang roboh disapu angin kencang dan tertimpa pohon. Belum dipastikan jumlah kerugiannya berapa, tim gabungan BPBD Subang dan Tagana, sudah memberikan bantuan bagi mayarakat yang terdampak.
Sementara itu, salah satu korban rumah roboh, Doni Murdianto warga Kalijati Barat terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya, akibat khawatir akan terjadi lagi angin kencang. Kondisi rumah pun tidak memungkinkan untuk ditinggali.

BACA JUGA:  Kisah Hani dan Anaknya yang Selamat dari Robohnya Rumah saat Hendak Tidur

Dijelaskan Kepala Desa Kalijati Barat Yayan Budiyawanto, Doni mengungsi untuk sementara waktu sampai pihak desa, yang dibantu BPBD, Tagana, dan Polsek, serta Koramil setempat selesai membersihkan puing-puing rumahnya yang roboh tertimpa pohon akibat angin kencang.

“Keluarga korban mengungsi ditempat kerabatnya, karena kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditempati setelah tertimpa pohon. Beberapa wilayah rawan tertimpa pohon, apalagi umur dari pohon yang sudah tua, kekokohannya tidak lagi terjaga jika di terjang angin kencang,” pungkasnya.(idr/vry)