Tahun ini, Bulog Akan Bangun Mesin Rice To Rice

PANEN RAYA: Panen perdana di binong dihadiri mabes TNI, Kasdim 0605 Subang dan Kasubdivre Bulog beberapa waktu yang lalu. YUGO EROSPI/PASUNDAN EKSPRES

Bisa Tingkatkan Kualitas Beras

SUBANG – Subdivre Bulog Subang akan membangun mesin rice to rice pada tahun ini. Mesin tersebut diyakini dapat meningkatkan kualitas beras stok di gudang sehingga masyarakat dapat menerima beras dalam kondisi yang layak.

Kasubdivre Bulog Subang, Dandy Ariyanto mengatakan mesin rice to rice yang berfungsi untuk membersihkan beras itu akan digunakan dalam memproduksi beras medium (beras asalan). Sehingga, beras medium bisa memnuhi kualitas standar baku yang lebih baik. “Ya nantinya untuk beras asalan itu bisa dibersihkan di dalam mesin rice to rice. Sehingga tampilan dan kualitas beras menjadi lebih baik,” kata Dandy kepada Pasundan Ekspres, Rabu (20/2).

Dengan adanya mesin itu, lanjut dia, Bulog bisa memproduksi beras medium yang didapat dari para petani dengan jumlah besar. Sehingga hal ini bisa meminimalisir tengkulak yang selama ini menjadi keluhan bagi para petani. “Mereka (tengkulak) beli beras dari petani itu sangat murah. Padahal, Bulog siap membeli gabah dari para petani dengan harga Rp3700 perkilogram untuk GKP (gabah kering panen), sesuai dengan Inpres no 5 tahun 2015. Saat ini, kita sudah terus dan gencar melakukan sosialisiasi tersebut sehingga para petani tidak mengeluhkan lagi mengenai tengkulak,” ungkapnya.

Untuk meminimalisir keberadaan tengkulak, pihaknya juga sudah melakukan MoU dengan sejumlah Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) yang ada di Kabupaten Subang. Salah satu Mou tersebut diantaranya hasil panen dari 600 hektar sawah akan langsung dibeli oleh Subdivre Bulog Subang.”Ini salah satu cara kami meminimalisir para tengkulak membeli gabah dari petani. Melalui MoU dengan Gapoktan ini, pergerakan mereka bisa dikurangi,” ujarnya.

Lebih lanjut Dandy menjelaskan melalui program rice to rice dan Mou bersama Gapoktan ini, bisa menyerap gabah dan beras yang ada di petani. Dengan itu diharapkan bisa memenuhi target 10 ribu ton beras pada tahun 2019 ini.”Subdivre Subang sendiri memang menempati peringkat pertama di Provinisi Jawa Barat dalam hal pengadaan beras dari para petani. Sehingga ini juga menjadikan target bulog subang untuk tahun 2019 ini bisa mencapai 10 ribu ton beras,” pungkasnya.

Sementara itu, Salah seorang Petani di Binong, Mulyawan ( 39 ) mengaku sering di datangi para tengkulak menjelang panen padi. Bahkan ketika padi masih ditanam pun, para tengkulak tersebut sudah menghampiri unuk membeli dengan harga yang sangat murah. “Sering dateng kesini untuk belli gabah dengan harga murah. Saya dan petanni lainnya sangat mengeluhkan hal tersebut,” ujarnya. (ygo/sep)