Wacana Revitalitasi PLTA Cijambe Tahun 2017 Tak Jelas Kelanjutannya

PRODUKSI LISTRIK: Yudiana menunjukan ruang inti turbin yang memproduksi listrik untuk keperluan PTP Nusantara VIII di PLTA Cijambe.INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

PLTA Cijambe Peninggalan Belanda yang Listriknya Sempat Mengalir ke Lanud Suryadarma

Peninggalan pembangunan Kolonial Belanda di Subang, memang banyak menyimpan kisahnya tersendiri. Selain menjadikan Subang sebagai pusat ekonomi dengan perkebunanya kala itu, Subang juga dikenal dengan deretan bangunan tua yang berada tersebar di beberapa wilayah di Subang, yang merupakan peninggalan Belanda. Sebagian sudah berganti fungsi, namun ada juga yang masih memiliki fungsi yang sama seperti dulu, seperti PLTA Cijambe.

LAPORAN: INDRAWAN SETIADI, Cijambe

PLTA Cijambe, mulai di bangun sejak tahun 1913. Kala itu menjadikan Subang satu-satunya wilayah Jawa Barat yang sudah memiliki aliran listrik. Selain PLTA Cijambe, untuk kepentingan industri Belanda kala itu, dibangun juga PLTA lainnya, yaitu PLTA Gunung Tua, dan Cinangling.

Salah satu teknisi PLTA Cijambe, Yudiana menjelaskan PLTA tersebut masih berfungsi. Hanya saja fungsinya menurut Yudi sekarang ini hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik PTP Nusantara VIII Kebun Tambaksari saja.

“Sejak tahun 1997 sudah berhenti beroperasi untuk listrik masyarakat, karena keadaan mesinnya juga sudah sangat tua, tidak memungkinkan,” jelasnya.

Yudiana juga menceritakan bagaimana listrik saat itu sangat penting perannya, tidak saja untuk industri melainkan juga untuk kebutuhan militer. Listrik yang dialirkan, bahkan sampai ke Lanud Suryadarma, sebagai pusat militer Belanda.

“Tahun 1947 sempat di bom Jepang, dan membuat kesatuan militer Belanda lumpuh saat itu, hingga pada Oktober 1952 PLTA ini diperbaiki kembali, dan kembali beroprasi sampai sekarang,” tambahnya.

PLTA Cijambe dan 2 PLTA lainnya, tahun 2017 ada wacana akan direvitalisasi, namun wacana tersebut belum diketahui keberlanjutannya. Padahal jika jadi direvitalisasi, dan listrik yang dihasilkan bisa lebih optimal, maka akan menambah PAD bagi Pemda Subang.
“Pengelolaannya mungkin Pemda bisa bicara dengan PTPN VIII, atau oleh BUMD atau bagaimana, yang dimanfaatkan begitu, kan lumayan,” pungkasnya.(idr/vry)