Universitas Subang Sukses Gelar KKNM-MBKM

IST SUKSES: Tangkapan layar acara penyerahan mahasiswa dan penutupan KKNM-MBKM melalui virtual, Selasa (31/8).

SUBANG-Universitas Subang sukses menggelar Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKNM-MBKM). Sebanyak 674 mahasiswa dari 7 fakultas telah menyelesaikan KKNM-MBKM selama 60 hari.
Tema dalam KKNM-MBKM tahun akademik 2021/2022 ini yaitu Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Melalui Program KKNM-MBKM Menuju Desa Jaya dan Sejahtera.
Ketua Pelaksana KKNM Dr. Hj. Silvy Sondari Gadzali, S.Psi.,M.M mengatakan, mahasiswa telah menyelesaikan serangkaian kegiatan KKNM-MBKM. Mulai dari pembekalan umum dan teknis, lokakarya awal dan akhir yang diikuti sebanyak 26 kelompok.
KKNM-MBKM ini dilaksanakan di 40 kecamatan dan 116 kelurahan di dalam dan luar Kabupaten Subang.
KKNM-MBKM di tengah pandemi ini menghasilkan berbagai hal baru. Yakni buku pedoman KKNM-MBKM edisi Covid-19 dengan sistem yang telah disempurnakan dari tahun sebelumnya. Di mana pelaksanaan KKNM-MBKM menggunakan metode daring melalui media learning manajeman system (LMS).
“Model pelaporan harian, kegiatan mingguan dan pelaksanaan lokakarya dilaksanakan melalui media sosial elektronik dan cetak yang selalu diawasi khusus oleh tim IT,” ungkap Dr. Hj. Silvy dalam acara penyerahan mahasiswa dan penutupan KKNM-MBKM melalui virtual, Selasa (31/8).
Dia menyampaikan, pendekatan KKNM-MBKM melalui pendekatan individu dan kelompok terbatas. Di mana ada 193 pendekatan dan 220 pendekatan kelompok terbatas. Model monitoring dan evaluasi berbasis media sosial yang digunakan oleh DPL dan tim pelaksana.
“Selanjutnya hasil KKNM-MBKM dalam bentuk video yang diunggah di media sosial. Adapun luaran program KKNM-MBKM adalah 26 book chapter PKM dari 26 kelompok dan 1 book chapter PKM dari para DPL serta artikel untuk jurnal PKM,” jelasnya.
Ketua LPPM Universitas Subang Dr. Ujang C. S., S.H., M.H., M.I.P., M.A.P menjelaskan mengenai capaian mahasiswa peserta KKNM-MBKM. Antara lain mahasiswa mampu melaksanakan kegiatan di masyarakat, mahasiswa dapat mengadaptasi ilmu yang diperoleh di kampus untuk menyelesaikan permasalahan dan menciptakan terobosan baru di masyarakat, mahasiswa bisa saling bekerjasama dan mahasiswa bersama masyarakat terlibat aktif dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.
Rektor Universitas Subang Dr. Ir. Drs H. A Moeslihat Komara, M.Si mengatakan, agar mahasiswa peserta KKNM-MBKM dapat menindaklanjuti dengan mengimplementasikan program MBKM. Yakni dengan mengambil satu semester di luar kampus atau prodi asal dengan bobot 20 SKS.
“Dalam rangka implementasi MBKM ini, SKS tidak lagi diartikan jam belajar tetapi sebagai jam kegiatan. Terdiri dari belajar di kelas, praktek kerja, pertukaran pelajar, proyek di desa, wirausaha, research, studi independen dan kegiatan mengajar di daerah terpencil,” ungkapnya.
Ketua Yayasan Kutawaringin Dr. Komir Bastaman menyampaikan apresiasi kepada Pemda Subang yang telah mendukung pelaksanaan KKNM-MBKM. Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan selamat kepada mahasiswa yang telah melaksanakan KKNM-MBKM.
Bupati Subang H Ruhimat melalui Asda 1 Rahmat Effendi S.Sos.,M.Si mengapresiasi kepada Universitas Subang yang telah sukses menggelar KKNM-MBKM. Menurutnya, KKNM-MBKM ini relevan dengan kondisi saat ini yakni berfokus pada penanganan Covid-19.(adv/ysp)

BACA JUGA:  Perubahan Hak atas Tanah Harus Melewati Penghapusan Aset