Kartu Mati Sepak Bola Indonesia

Kartu Mati Sepak Bola Indonesia
0 Komentar

Suap dalam sepak bola jelas juga mencerminkan tidak adanya kesadaran masyarakat dalam memperbaiki kondisi nasional. Boleh dikatakan kalau suap itu juga sangat tidak mencerminkan sikap nasionalis. Seperti yang diutarakan di atas, bahwa suap merupakan sikap dan pikiran negatif yang menggerogoti komponen negara, mulai dari sektor yang paling kecil. Akan tetapi, dengan sejarah suap yang demikian panjang dan lama di dalam sepak bola Indonesia, memperlihatkan fenomena sosial berupa kerapuhan nasionalis dari komponen masyarakat.

Demikian panjang rentang suap-suapan dalam dunia sepak bola Indonesia, dan kemudian meruntuhkan prestasi, seharusnya memberikan penyadaran kepada masyarakat bahwa ada waktu untuk bangkit dan ada waktu untuk menghentikan suap tersebut pada cabang olahraga tersebut. Akan tetapi, itu tidak terjadi. Padahal, sepak bola adalah olahraga paling populer di Indonesia. Satu prestasi sepak bola, seperti Persija yang menjadi juara, masyarakat tumpah ruah turun ke jalan untuk merayakan.

Bisa dibayangkan jika Indonesia menjadi juara. Dari sini ada kelihatan bahwa cukup banyak orang yang mempunyai keberanian di Indonesia tetapi tidak mempunyai nyali nasionalisme.

Baca Juga:Patimban Ditarget Desember RampungSMP/MTs Al-Muhajirin Observasi ke Gedung DPR

Nasionalisme dapat tumbuh dari cabang olahraga, maksudnya adalah cabang yang berprestasi. Keberhasilan meraih juara satu pada setiap event olahraga bukan saja memberikan kebanggaan kepada atlet yang bersangkutan tetapi juga kemenangan kepada seluruh bangsa Indonesia. Justru, hal inilah yang dipentingkan oleh bangsa Indonesia yang mempunyai berbagai macam keragaman, mulai dari suku sampai warna kulit. Prestasi utama seperti itu sangat diperlukan saat ini ketika gejala-gejala perobekan bangsa itu mulai kelihatan. Maka, untuk mengatasi hal negatif seperti ini, mencegah suap diperlukan justru untuk mengatasi persoalan bangsa tersebut. Jadi, bukan sekadar prestasi juara tetapi lebih dari itu.

Dengan demikian, cara paling baik untuk menghentikan kasus suap pada sepak bola Indonesia adalah dengan menangkapi bandar yang terlibat, menangani dengan hukum yang berlaku. Demikian juga dengan menskors pemain dan pelatih yang terlibat di dalamnya. Segi tiga ini, bandar judi, pelatih, dan pemain yang terlibat merupakan kartu mati dalam perkembangan sepak bola Indonesia.(*)

Laman:

1 2 3
0 Komentar