Krisis Demografi Dibalik Luasnya Negara Rusia

Krisis Demografi Dibalik Luasnya Negara Rusia
0 Komentar

Negara Rusia mulai mengalami perbaikan ketika terpilihnya Presiden Rusia pertama yaitu Boris Yeltsin menjadi presiden Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia karena Rusia mengalami krisis ekonomi dan lainnya yang begitu besar, reformasi besar-besaran dilakukan termasuk privatisasi dan perdagangan bebas, termasuk perubahan radikal seperti yang direkomendasikan oleh Amerika Serikat dan Dana Moneter Internasional. Semua hal ini menjadikan krisis ekonomi luar biasa.

Yang pada akhirnya Rusia bertanggung jawab untuk mengambil alih utang luar negeri. Pada tanggal 31 Desember 1999, Presiden Yeltsin secara tiba-tiba mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya pada Perdana Menteri yang baru terpilih, Vladimir Putin, yang kemudian menang pada pemilihan presiden tahun 2012.

Masa presiden Rusia Vladimir Putin inilah Rusia sangat tegas mengeluarkan Kebijakan yang terkait dengan populasi pertumbuhan penduduk Rusia, Presiden mengumumkan sejumlah kebijakan untuk mendorong tingkat kelahiran bayi di Rusia. Menurutnya, tingginya tingkat kelahiran bayi sangat penting bagi masa depan negara itu meski harus menelan biaya minimal 6,5 miliar dolar (Rp89 triliun) untuk tahun ini. Maka dari itu presiden menerapakan kebijakan ini agar terjadi peningkatan angka pertumbuhan baru di Rusia ini.

Baca Juga:KPK Serahkan Lahan Sitaan di Cirangkong dan Kumpay Senilai Rp20 Miliar untuk Dikelola TNIBerantas Buta Huruf Al-Quran Melalui Sadesha

Dimana menurut beliau Nasib Rusia dan prospek bersejarahnya bergantung pada berapa banyak dari kita. Karena penyebab Angka kelahiran turun secara drastis karena ketidakpastian ekonomi. Putin mengusulkan dana untuk keluarga berpendapatan rendah dengan anak kecil, tunjangan untuk para ibu pertama, dana lebih besar untuk keluarga dengan lebih banyak anak dan menciptakan lebih banyak tempat untuk penampungan anak. Serta memberikan ekonomi yang lebih baik bagi seseorang keluarga yang sudah mempunyai anak lebih dari satu orang.

Adanya kebijakan ini mengakibatkan Tren kelahiran di negara itu meningkat, itu bukan berarti bahwa populasi akan mulai tumbuh tetapi supaya keluarga “Bereproduksi” sendiri sepasang orang tua harus memiliki setidaknya dua orang anak. Seperti di negara Maju di Eropa dan AS rata-rata harus memiliki setidaknya dua orang anak sehingga dengan ini Rusia dapat meningkatkan pertumbuhan penduduk mereka.

Pemerintah juga telah bersumpah akan memberikan satu kali pembayaran atu intensif bagi orang tua yang melahirkan anak berkisar 7.600 dolar. Dengan demikian populasi Rusia diharapkan dapat tumbuh tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang sangat parah, hal ini karena memang nasip dan masa depan Rusia tegantung pada seberapa banyak orang asli Rusia.

Laman:

1 2
0 Komentar