Daftar 6 Kasus Pembunuhan yang Pelakunya Ternyata Orang Dekat

AKSI pembunuhan kerap mencuri perhatian publik, selain penasaran dengan pelakunya, tak jarang publik penasaran dengan cerita yang menjadi motif latar belakang pelaku, hingga sampai hati melakukan tugas malaikat maut.

Sepanjang 2018, hingga 2020 sekurangnya ada 6 kasus pembunuhan yang pelakunya ternyata orang dekatnya. Kasus pembunuhan manasaja, berikut 6 kasus pembunuhan yang melibatkan orang dekat sebagai pelakunya:

1. Kasus Pembunuhan Satu Keluarga oleh Harris Simamora.

Harris membunuh empat orang yang merupakan keluarganya sendiri di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu. Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi pada Selasa (12/11/2018). Perjalanan kasus ini berlangsung hingga Juli 2019.

Harris membunuh Daperum Nainggolan dan istrinya, Maya Ambarita, serta kedua anaknya, Arya dan Sarah. Pelaku membunuh Daperum dengan linggis, sedangkan lainnya dengan cara dicekik saat tidur.

Harris merupakan saudara dari Maya Ambarita. Pembunuhan terjadi lantaran pelaku sakit hati dengan ucapan Maya.

Usai membunuh, Harris menjarah harta korban, yakni mobil Nissan X-Trail dan empat telepon genggam serta uang senilai Rp2 juta. Kemudian, kabur.

Polisi berhasil menangkap Harris setelah tiga hari kasus ini mencuat. Dia ditangkap saat hendak mengasingkan diri dengan cara mendaki Gunung Guntur, Jawa Barat.

Sidang perdana Harris digelar PN Kota Bekasi pada Senin (11/3/2019). Jaksa penuntut umum menuntut Harris dengan tuntutan mati.

Setelah beberapa kali sidang digelar, pada Rabu (31/7/2019), Majelis hakim PN Bekasi memvonis hukuman mati ke Harris.

Harris terbukti bersalah. Dia dijerat Pasal 340 KUHP dan Pasal 363 ayat (1) ke 3 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dalam keadaan memberatkan.

2. Istri Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Nyawa Suami dan Anak Tirinya

Tersangka Aulia Kesuma (AK) menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa suaminya Edi Chandra Purnama alias Pupung dan anak tirinya, M Adi Pradana (Dana).

BACA JUGA:  Mantan Kepala Sekolah SMKN 2 Karawang Tersangka Korupsi BOS

Pembunuhan terhadap Pupung dan Dana terungkap dari penemuan dua mayat dalam keadaan hangus di dalam mobil di Jalan perlintasan Cidahu-Parakansalak, Kampung Bondol, Desa Pondokkaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi pada 25 Agustus 2019.

Pembunuhan berencana itu digawangi oleh Aulia karena merasa sakit hati kepada suaminya lantaran tidak mau melunasi utangnya.

Awalnya, Aulia memohon kepada Pupung untuk menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan untuk melunasi utangnya Rp10 miliar kepada bank, namun ditolak. Penolakan ini rupanya mengiris hati Aulia hingga berencana membunuh suaminya dengan menyewa dua pembunuh bayaran berinisial S dan A.

Aksi pembunuhan terjadi pada Jumat (23/8/2019), Aulia dibantu keponakannya berisinial KV dan dua pembunuh bayaran tadi. Pelaku memberikan obat tidur ke dalam minuman Pupung dan Dana di kediamannya kawasan Lebak Bulus.

Setelah meminum racikan ‘jahat’ Aulia, Pupung dan Dana terlelap. Mereka kemudian dibekap di dua kamar berbeda hingga tewas.

Kemudian kedua jenazah dibawa ke Sukabumi dan dibakar dalam mobil pada 25 Agustus 2019 oleh Aulia dan KV.

Dalam aksinya, proses pembakaran mobil berisi dua jenazah tidak berjalan mulus, KV yang ikut membantu malah terkena api hingga alami luka bakar. Alhasil, Aulia membawa KV ke Rumah Sakit Pertamina, sedangkan dua jenazah dalam keadaan terbakar ditinggal.

Polisi rupanya sudah mengendus bahwa kasus pembunuhan Pupung dan Dana dilakukan orang terdekat. Faktanya, tidak sampai 24 jam polisi menangkap Aulia di Jakarta. Kemudian mengamankan KV di rumah sakit, serta dua pembunuh bayaran S dan A di kawasan Lampung Timur.

Tersangka dijerat Pasal 340 Junto Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan atau hukuman mati.

BACA JUGA:  LSM Bhineka: Pengekan Hukum Jangan Diintervensi
3. Suami Bunuh Istri dan Hampir Bakar Anak di Kramat Jati

Jumharyono (43) membunuh Khoriah yang merupakan istri sahnya dan hampir membakar anaknya RY (5) karena urusan ranjang di kediamannya, Jalan Dukuh V, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2019) dini hari.

Sebelum membunuh, pelaku sempat cekcok dengan Khoriah. Cekcok dipicu lantaran sang istri enggan menuruti keinginan suami.

Kecewa, Jumharyono kemudian membunuh Khoriah dengan cara memukul bagian wajah menggunakan batu, lalu menusukkan gunting ke arah kepala dan perut.

Tidak hanya itu, Jumharyono juga membakar rumahnya untuk menghilangkan jejak, akibatnya anak berumur 5 tahun mengalami luka bakar 46 persen.

Jumharyono telah ditahan pihak Polres Metro Jakarta Timur dan dijerat dengan Pasal 338 juncto 340 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup

4. Hasil Hubungan di Luar Nikah, Ayah Bunuh Anak Kandung Usia 3 Bulan

MS (23) membunuh buah hatinya, KQS dengan cara dianiaya di rumah kontrakan kawasan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pembunuhan terjadi pada 27 April 2019.

Pembunuhan dipicu rasa malu MS lantaran KQS hasil hubungan di luar nikah dengan ST. MS menikahi ST setelah hamil 2 bulan.

Bayi perempuan itu mengalami luka di bagian wajah, pipi dan tangannya patah. Usai menganiaya, MS dan ST sempat membawa KQS ke Puskesmas Kebon Jeruk untuk meminta surat kematian.