Denda Rp15,5 Miliar Dibantu NU, Ety TKI Asal Majalengka Lolos dari Hukuman Mati

JAKARTA-Ety Toyib Anwar, Pekerja Migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka, Jawa Barat yang pernah dijerat hukuman mati oleh Pemerintah Arab Saudi kini berhasil pulang ke tanah air.

Informasi itu disampaikan langsung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Senin (6/7). Warga Kampung Cikareo, RT 01/02, Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Majalengka, Jawa Barat ini akan tiba di Jakarta pada 16.05 sore ini.

“Ety Toyyib Anwar, WNI asal Majalengka yang selamat dari hukuman mati, dijadwalkan akan tiba di Jakarta sore ini pukul 16.05 WIB,” tulis KBRI Riyadh dalam keterangan persnya.

Proses memulangkan Ety ke Tanah Air tidak mulus, pasalnya, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel harus melakukan diplomasi Penasihat Raja Salman, Pangeran Khalid al-Faisal Al-Saud terlebih dahulu.

Dengan berbagai upaya, akhirnya permintaan Agus Maftuh bersama Koordinator Perlindungan WNI KBRI Riyadh, Raden Arief, dan atase hukum Rinaldi Umar dikabulkan Pangeran Khalid al-Faisal yang juga menjabat Gubernur Mekah.

Sebagai informasi, satu tahun yang lalu, Eti binti Toyib terjerat kasus hukum di Arab Saudi. Ia kemudian dinyatakan bebas dari hukuman mati setelah mampu membayar diyat (denda) sebesar Rp15,5 miliar.