Maraknya Perundungan di Sekolah

Suparto
Suparto, S.Pd. MM. (Guru Geografi SMA Negeri 1 Way Lima Kabupaten Pesawaran Lampung)
0 Komentar

Oleh : 

Suparto, S.Pd. MM. (Guru Geografi SMA Negeri 1 Way Lima Kabupaten Pesawaran Lampung)

 

Perundungan adalah tindakan atau perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan niat untuk menyakiti, merendahkan, atau merugikan seseorang secara fisik, mental, emosional, atau sosial. Perundungan sering kali terjadi dalam konteks kekuasaan yang tidak seimbang di mana korban merasa tidak berdaya untuk melawan.

Perundungan dapat terjadi di berbagai konteks, seperti di sekolah, tempat kerja, atau bahkan dalam lingkungan daring. Pentingnya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung di mana setiap orang dapat merasa dihormati dan dihargai.

Baca Juga:Pemkab Karawang Siapkan 750 Kuota dan 15 Armada, Dishub Galakan Mudik Gratis 2024Bupati Karawang, Aep Syaepuloh Tinjau Jalan Rusak di Jalur Pantura

Perundungan di sekolah adalah tindakan agresif yang dilakukan oleh satu atau lebih siswa secara berulang terhadap siswa lain dengan tujuan merugikan, menyakiti, atau merendahkan mereka.

Bentuk perundungan di sekolah bisa berupa intimidasi, ejekan, ancaman, atau penolakan sosial yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan dan perkembangan korban.  Pencegahan dan penanggulangan perundungan di sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung bagi semua siswa.

Perundungan sering terjadi di sekolah karena berbagai faktor, termasuk hierarki sosial di antara siswa, kebutuhan untuk menonjolkan diri, kurangnya pengawasan oleh staf sekolah, ketidaktahuan tentang dampak perundungan, serta budaya yang memperbolehkan atau bahkan memperkuat perilaku perundungan. 

Selain itu, kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya menghormati perbedaan individu juga dapat memicu terjadinya perundungan di lingkungan sekolah. Upaya preventif yang melibatkan seluruh komunitas sekolah dan pendekatan yang proaktif dalam mengatasi perundungan dapat membantu mengurangi insiden perundungan di sekolah.

Beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya perundungan di sekolah meliputi:Ketidakseimbangan kekuasaan: Perundungan sering terjadi karena adanya ketidakseimbangan kekuasaan antara pelaku perundungan dan korban.

Kurangnya pengawasan: Kurangnya pengawasan dari pihak sekolah dapat memungkinkan perilaku perundungan berkembang tanpa hambatan.Kurangnya kesadaran: Ketidaktahuan tentang dampak negatif perundungan dan kurangnya kesadaran akan pentingnya menghormati perbedaan individu juga dapat menjadi penyebab.

Budaya yang memperkuat perundungan: Budaya di sekolah yang memperbolehkan atau bahkan memperkuat perilaku perundungan dapat menjadi pemicu terjadinya.

0 Komentar