Memaknai Sila Kedua “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” Bagian Ke Lima

Memaknai Sila Kedua “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” Bagian Ke Lima
0 Komentar

Beradab adalah kita mampu menempatkan nilai kemanusiaan di atas kepentingan pribadi. Beradab adalah bersikap adil dan mewujudkan keadilan untuk semua. Beradab adalah kita tidak ingin menyakiti orang lain, berlaku curang, koruptif, mengumbar keserakahan, mengeksploitasi lingkungan demi kepentingan sendiri dan segelintir orang. Beradab
adalah menjaga martabat kemanusiaan dan makhluk hidup. Membantu sesama, menghargai sesama, menyayangi sesama, berempati kepada sesama, adalah sikap beradab.

Itulah, inti sila ke dua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Beradab adalah kata “sakti” yang keempat, setelah ketuhanan, kemanusiaan dan keadilan.
Beradab adalah sikap hidup individu yang memahami dan menghargai nilai-nilai kehidupan dan kemanusiaan.

Bangsa yang beradab dimulai dari individu yang beradab. Dan beradab, harus dimulai dari diri sendiri, bukan dari orang lain. Sudahkah kita berlaku adab? Tanyakan kepada sisa makanan dan sampah yang kau buang. Atau tanyakan kepada tukang sampah dan pemulung.
Mari kita renungkan. Salam Kang Marbawi.

Laman:

1 2 3
0 Komentar