Narapidana Subang Sudah Mampu Sumbang Kas Negara, Begini Caranya

Narapidana Subang Sudah Mampu Sumbang Kas Negara, Begini Caranya
VERRY KUSWANDI/PASUNDAN EKSPRES DISKUSI: Asda II Setda Subang dr Nunung Syuhaeri dan Kalapas Kelas IIA Subang Tommi Hendri mengajak lima pilar berdiskusi untuk meningkatkan keterampilan warga binaan.
0 Komentar

Peran Lima Pilar dalam metode pentahelix, Tommi memaparkan, bentuk kerjasama dibangunnya sinergi pentahelix menggali terlebih dahulu dari unsur yang terlibat sesuai dengan batas kemampuan dari lima pilar.

Pertama, Pemerintah Daerah melalui dinas terkait seperti DKUP, PLUT-KUMKM, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan,Dinas Sosial. “Pemerintah di sini akan berperan besar terhadap kegiatan yang mendukung keterampilan masyarakat binaan Lapas, dengan melibatkan unsur kedinasan. Agar nantinya, bisa mengalokasikan kegiatannya dengan target masyarakat binaan Lapas,” paparnya.

Kedua, akademisi bisa terlibat dalam kegiatan kajian

mengenai pola pembinaan di Lapas ataupun pembelajaran manajemen usaha. Bisa juga melibatkan mahasiswanya untuk bisa membantu para warga binaan ketika akan mengembangkan usaha. Ketiga, Pebisnis BUMN, BUMD, Toko Modern dan Swasta. Pengusaha lebih kepada target pasar ataupun mengarahkan para masyarakat binaan untuk bisa dilibatkan dalam kegiatan bisnisnya.

Baca Juga:Steam Deck Pastikan Tak Rilis Game EksklusifJalani Sidang Perdana Hari ini, Nia Ramadhani dan Suami Tak Ada Persiapan Khusus

Keempat, komunitas seperti Subang Creative Hub, PHRI yang nantinya membantu ketika saat mereka bebas bisa mempunyai wadah untuk berkreasi, sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya. Kelima, media yang berperan penting dalam mempublikasikan apa saja kegiatan yang dilaksanakan oleh Lapas IIA Subang.

“Peran media bisa mengangkat hasil produk yang diproduksi oleh masyarakat warga binaan supaya lebih dikenal,” tandasnya.(vry)

 

Laman:

1 2
0 Komentar