Progres Pejuang Muda: Lakukan Verifikasi dan Validasi Data Hingga Mendorong Pengelolaan Ekonomi Berkelanjutan

JAKARTA – Komitmen Kementerian Sosial RI dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pejuang Muda menunjukkan hasil signifikan. Tidak kurang dari 104.086 data penerima bantuan telah diverifikasi oleh Pejuang Muda yang tersebar di seluruh Indonesia hanya dalam kurun waktu delapan hari.

Verifikasi data ini sekaligus menjadi ajang bagi Pejuang Muda untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dan mengaktualisasikan dirinya dengan terjun langsung di masyarakat. Selain itu, terdapat potensi alam maupun sumber daya manusia yang bisa digali dari masyarakat kurang mampu di tengah keterbatasan yang mereka miliki.

“Banyak ide kreatif yang digagas oleh para Pejuang Muda untuk menciptakan sumber ekonomi berkelanjutan. Tentunya hal tersebut disesuaikan dengan potensi atau kekayaan alam yang dimiliki agar memiliki nilai tambah,” ungkap Chaerur Rozikin, akademisi dan mentor Pejuang Muda saat diwawancarai dalam kegiatan Kunjungan Kerja Pejuang Muda di Ponpes Bai Mahdi Sholeh Ma’mun di Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (9/11).

Di Kabupaten Serang, proses pemberdayaan masyarakat dimulai dengan melakukan analisa wilayah di 9 kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Serang yakni Kecamatan Baros, Kecamatan Ciomas, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Petir, Kecamatan Cikeusal, Kecamatan Pamarayan, Kecamatan Bandung, Kecamatan Kragilan dan Kecamatan Ciruas.

Dari hasil analisis, diperoleh informasi bahwa ada empat kecamatan yang memiliki potensi dan permasalahan yang cocok dilakukan pemberdayaan yaitu Kecamatan Pamarayan dengan potensi ekowisata bendungan dan budidaya ikan, Kecamatan Cikeusal dengan potensi peternakan, Kecamatan Petir dengan potensi industri sentra tas dan Kecamatan Baros dengan rutilahu.

Berbeda dengan Kabupaten Serang, pemberdayaan di Kota Serang akan berfokus pada pengelolaan limbah industri, salah satunya yang akan dilakukan di Kampung Sewor dan Kampung Cidadap Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Serang.

BACA JUGA:  Koordinasi Nasional Lintas Sektor, Mensos Laporkan Perkembangan Pemenuhan Hak Disabilitas

Faisal (23), peserta sekaligus Koordinator Pejuang Muda Kota Serang mengatakan ia dan 15 Pejuang Muda lainnya di Kota Serang berencana mengedukasi warga agar tidak membuang limbah hasil olahan langsung ke lingkungan. Hal ini mengingat masih banyak warga yang membuang limbah industri tempe ke selokan.

“Kami ajak warga untuk membudidayakan maggot. Selain bisa mengurai limbah, penjualan maggot berpotensi membantu ekonomi masyarakat agar bisa bertahan di tengah situasi pandemi. Juga potensinya itu bisa terus ada walaupun keadaan berubah,“katanya.