Ngeri, di Subang Setiap Hari 10-15 Ibu Muda Menjanda

Ngeri, di Subang Setiap Hari 10-15 Ibu Muda Menjanda
INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES Pelayanan di Pengadilan Agama Kabupaten Subang, Senin (30/11). Terjadi lonjakan kasus permohonan perceraian.
0 Komentar

Sedangkan alasan permohonan cerai, menurut Dadang Zaenal, paling banyak disebabkan persoalan ekonomi keluarga sebanyak 2.519 kasus yang kemudian berujung pada pertengkaran pasangan suami istri.

”Pertengkaran ini kemudian menyebabkan salah satu pihak meninggalkan kewajiban serta tanggungjawabnya,” katanya.

Sangat memprihatinkan, pasangan suami istri yang mengajukan permohonan cerai adalah pasangan yang masih berusia 24 tahun sampai 35 tahun dengan jumlah anak satu atau dua orang. Banyak di antara mereka, saat memutuskan menikah tidak memikirkan masalah ekonomi yang akan mereka hadapi.

Baca Juga:PKS Targetkan 15 Persen di Pemilu 2024Jasa Raharja Jamin Santunan untuk 10 Korban Tol Cipali, Berikut Besaranya

Lebih dari itu, kebanyakan kasus perceraian yang diajukan justru berasal dari masyarakat pedesaan yang dikenal sebagai kantong buruh migran maupun buruh pabrik serta kantong-kantong ekonomi menengah di Subang seperti di wilayah Subang Utara maupun Selatan.(idr/ysp)

Fenomena Perceraian di Subang

– Per hari puluhan orang ajukan perceraian

– Per hari 10-15 perempuan di Subang menjadi janda

– Permohonan cerai kebanyakan pasangan muda (usia 24-35 tahun)

– Faktor ekonomi salah satu penyebab perceraian

– Sebulan 350-500 permohonan perceraian

– Permohonan cerai justru dari perempuan

 

Laman:

1 2
0 Komentar