Bantuan Sistem Kapitalis hanya Lip Service

Heni Yuliana S. Pd
Aktivis Muslimah Karawang

Di media social viral video kades Jalancagak Subang yang melayangkan protes pada Presiden Jokowi dan Guberbur Jawa Barat Ridwan kamil.

Di video berdurasi 3,38 menit itu sang kades dengan lantang dan berani mengkritik kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang terkesan mencla-mencle dalam mengatasi bencana Covid-19 yang sedang menghantam negeri ini.

Berikut petikan video tersebut, yang diambil di suara.com “Dalam setiap hari berubah-ubah! Dari keputusan Menteri kemudian keputusan Dirjen. Mana hirarki perundang-undangan kita digunakan. Jangan dijadikan bencana atau musibah ini menjadi pencitraan bagi bapak-bapak. Tolong sekali lagi pak.

Dan sebenernya tidak hanya Kades Jalancagak saja yang bermasalah dalam hal ini. Semua kades dalam posisi yang serba salah. Mereka jadi korban PHP nya pemerintah atas bantuan yang akan diberikan.

Koordinasi semraut

Protes yang dilayangkan jelas membuktikan bahwa ada yang tidak beres dalam kehidupan birokrasi kita. Ditambah dengan mempublisnya di media sosial. Karena jika protes dilakukan pada jalurnyapun tidak bisa sampai pada pihak yang dimaksud saking berbelitnya administrasi.

Akhirnya rakyat juga yang harus menjadi tumbal. Mereka yang semula tampak biasa. Menjadikan covid-19 sebagai bencana diterima walau sesak di dada. Lalu ditiupkan angin surga berupa bantuan yang tak jelas rupa.

Dan akhirnya harus kecewa dengan keadaan mereka hanya digunakan lagi sebagai pencitraan para penguasa. Sungguh tak layak seorang pemimpin yang sudah disumpah atas nama Allah. Lalu melalaikan amanah yang memperberat langkahnya di yaumil kiamat nanti.

Dan kian membuktikan kalau kebijakan yang diambil rezim hanya sebagai pencitraan semata bukan karena rakyat. Ciri kepemimpinan kapitlisme.

Pemimpin Harus Amanah

Kades Jalancagak sendiri menurut Fadli Zon Angola DPR RI di akun Twitter miliknya merupakan pemimpin yang memikirkan rakyatnya.

Ya, begitulah seharusnya seorang pemimpin dalam Islam. Menjadikan semua upaya penanggulangan bencana ini berfokus pada rakyat. Mengerahkan semua daya dan upaya demi keberlangsungan hidup rakyatnya.

Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya.

Amanah terhadap rakyat yang dipimpinnya mutlak harus dimiliki seorang pemimpin.

Ini sudah dicontohkan dalam sistem Islam. Khalifah Umar Bin Khaththab ra dalam menangani bencana yang menimpa umat di masa kepemimpinannya.

Waktu itu Madinah dilanda kekeringan hebat. Banyak rakyatnya yang kelaparan. Umar mengambil langkah cepat dengan mengutamakan rakyatnya terlebih dulu.

Menghemat anggaran negara dari kepentingan yang tidak mendesak hingga menyuruh keluarganya untuk berhemat sedemikian rupa. Umar tak akan makan dengan kenyang sebelum rakyat merasakannya lebih dulu.

Lalu mengambil keputusan cepat dengan meminta gubernur Mesir pada saat itu diduduki sahabat Amr bin Ash untuk mengirimkan bahan makan ke Madinah apapun caranya.

Sikap seperti itu hanya diberikan pemimpin yang takut pada Allah SWT. Yang menjadikan Alqur’an dan Sunnah sebagai pegangan. Dan hanya tercipta dalam sistem yaitu Khilafah Islamiah. (*)