Jika Kadis Diciduk KPK adalah Tragedi, Ada yang Lebih Mengerikan

Orang tua dan guru adalah dua titik yang membentuk satu garis lurus yaitu pendidik. Perpaduan antara keduanya melalui berbagi peran, bertukar saran dan informasi tentang kondisi dan perkembangan anak merupakan kunci keberhasilan pendidikan akademik maupun karakter diera digital.

Sejauh ini, peran serta maupun kerja sama antara guru dan orang tua masih belum mesra. Ajakan pihak sekolah yang memang hanya sebatas pidato ketika rapat awal tahun ajaran masih belum menggugah kesadaran pihak orang tua dalam menjalin komunikasi dengan guru dan atau memperbaiki pola pendidikan di rumah. Bisa dimaklumi karena memang masyarakat kita yang dalam hal ini adalah orang tua siswa sangat beragam latarnya.

Jika titik permasalahan tersebut tidak pula dipikirkan oleh pemerintah daerah maka ketidakharmonisan antara orang tua dan sekolah tidak akan pernah mengalami kemajuan. Itu artinya kunci sukses pendidikan selamanya tidak bisa kita raih, Subang menuju jawara pun akan tampak nge-blur.

Inovasi dan kreasi pemerintah melalui dinas pendidikan, dewan pendidikan, sekolah,maupun institusi lainnya agar tercipta jalinan yang efisien antara orang tua siswa dan sekolah adalah fardu kifayah. Sudah saatnya kita mengesampingkan ego sektoral karena ketahuilah sesungguhnya ada tragedi yang lebih mengerikan dari terciduknya seluruh KADIS oleh KPK, tragedi dimaksud adalah hilangnya kepedulian masyarakat (orang tua) terhadap pendidikan karakter generasi digital.

Orang tua, Guru dan masyarakat harus siap menjadi Digital Parent bagi siswa karena. Di rumah, orang tua harus mengetahui musuh digital dan isi dari perangkat digital yang dipakai anaknya, Pemerintah sendiri harus mempunyai konsep kebijakan hingga pola evaluasi terkait ini. Contoh kecil misalnya melalui surat edaran pelarangan siswa membawa ponsel. Masyarakat dalam hal ini pun bisa memerankan diri sebagai pengawas disaat siswa mencari pelarian dari rumah dan sekolah.

BACA JUGA:  Antara Kebijakan Mudik dan Wisata, Adil kah?

Penulis dikenal sebagai pemerhati sosial politik.