Mahasiswa Sebagai Agen of Change untuk Menangani Pandemi Covid 19

Oleh: Andri Soleh Pambudi

(Mahasiswa semester 4 Fakultas Geografi UMS)

Negara Indonesia sedang dilanda virus Covid 19 yang hampir selama 3 bulan membuat masyarakat panik dan khawatir. Covid 19 diperkirakan berasal dari negara Wuhan Tiongkok yang menyebar ke negara lain secara cepat. WHO menyatakan virus Covid 19 merupakan virus yang menyebabkan peyakit pada hewan dan manusia. Covid 19 menyebabkan saluran infeksi pernafasan dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti MERS dan SARS, covid 19 tergolong penyakit yang berbahaya dan mematikan. Saat ini masyarakat Indonesia masih kurang paham mengenai dampak negatif yang ditimbulkan dari Covid 19, hal tersebut merupakan salah satu faktor pendorong semakin meluasnya covid 19.

Dalam memutus rantai penyebaran covid 19 harus adanya peran pemerintah dan masyarakat yang solid. Pada kasus yang sering terjadi di Indonesia,pemerintah membuat suatu kebijakan untuk memutus rantai penyebaran covid 19 tetapi disalahpahami oleh masyarakat. Pada awal masuknya virus Covid 19 ke Indonesia pemerintah menyarankan untuk melakukan social distancing yang kemudian disalahpahami oleh masyarakat, pemerintah mengganti kebijakan dari social distancing ke physical distancing. Dari kasus tersebut harus adanya penengah sebagai penyalur pemikiran dari pemerintah kepada masyarakat luas. Peran mahasiswa sangat penting sebagai penengah antara kebijakan pemerintah dengan masyarakat. Mahasiswa sebagai agen perubahan (agen of change) seharusnya bisa memberikan sugesti kepada masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid 19.

Pemahaman masyarakat akan berita hoax yang di cerna secara mentah-mentah akan membuat kepanikan dan bersikap mengabaikan kebijakan dari pemerintah. mahasiswa harus memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya memilah berita-berita yang tersebar di media sosial. Hal tersebut peran mahasiswa sangat penting dalam mereda kepanikan yang terjadi di masyarakat mengenai berita hoax. Dengan pengetahuan dan keahlian mengenai IPTEK diharapkan mahasiswa dapat memberikan informasi secara cepat dan aktual dalam memberikan inovasi berbasis teknologi sehingga memudahkan masyarakat maupun pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Mahasiwa juga harus memberikan contoh akan pentingnya hidup sehat kepada masyarakat dalam memotong rantai persebaran covid 19. Dengan penerapan hidup sehat masyarakat dapat meminimalisir akan meluasnya penyebaran covid 19 di Indonesia. Penerapan hidup sehat dimulai dari hal yeng sederhana salah satunya yaitu mencuci tangan sebelum makan, disarankan untuk menggunkan masker, berolahraga secukupnya, menjaga kebersihan lingkungan, mengkonsumsi makan yang bergizi. Faktor kesehatan merupakan faktor yang penting dalam menghadapi covid 19 ini, karena covid 19 menyerang imun tubuh manusia yang rentan akan penyakit.

Sebagai mahasiswa juga dapatĀ  membantu meringankan tenaga medis dengan menjadi relawan dalam menaggulangi covid 19. Tenaga medis dan relawan kesehatan merupakan garda terdepan dalam menanggulangi covid 19. Tenaga medis saat ini menjadi sorotan dunia karena dianggap sebagai pahlawan dalam penanggulangan virus yang berbahaya ini. (*)